Selasa, 12 Desember 2017

ARISAN RAMATO

ARISAN  RAMATO,  PERERAT SILAHTUROHMI KELUARGA

Bumi  Cipondoh  Asri,  Tangerang
Arisan keluarga merupakan sebuah acara rutin dalam komunitas sosial di tanah air. Esensi ini sebagai upaya mempererat tali silaturrahmi. Untuk mendorong keluarga hadir, biasanya diadakan arisan.
Sistem arisan ini tidak seperti yang biasa dilakukan oleh banyak orang, digelar bergiliran di tempat berbeda sesuai dengan urutan yang namanya keluar saat pencabutan arisan.
Demikian pula halnya dengan komunitas Jawa yang merantau ke Jakarta, masing-masing keluarga membentuk organisasi berdasarkan nama kampungnya. Salah satunya adalah RAMATO  (Blora - Madiun - Porwokerto) yang anggotanya adalah suku Jawa yang sudah lama bermukim di Jakarta. Tujuan utama arisan keluarga yang dilakukan setiap bulan sekali, tepatnya minggu ke-2 awal bulan ini adalah untuk mempererat persaudaraan antara saudara yang selama ini terpisah karena memiliki kesibukan masing-masing. Dengan adanya ini, maka keluarga yang jauh akan bisa bertemu paling tidak satu bulan sekali. sehingga akan terbentuk keluarga yang harmonis.
Arisan yang diselenggarakan pada hari Minggu (10/12/2017) ini bertempat di Perum BCA (Bumi Cipondoh Asri) Blok E5/34 Cipondoh, Tangerang kediaman salah seorang  guru SD, Ibu Mardiah Tasdik.
Seperti biasanya,  Arisan  dibuka oleh Bpk. Hartoyo selaku ketua. “Beliau mengawali dengan pesan-pesannya terhadap para  orang tua, melihat semakin maraknya pergaulan remaja yang sudah diambang batas koridor agama. Untuk itu harap ditingkatkan pengawasan ekstra kepada para putra-putrinya, dalam hal sebagai pelindung dan pengayom tumbuh kembangnya anak”, tegasnya.
Selanjutnya dalam kesempatan ini sesepuh RAMATO, Bpk. Sarkono  menyampaikan sepatah dua patah kata, yaitu “Etikat silahturohmi harus kita pupuk di antara keluarga agar saling memberi solusi dalam pembentukan karakter kepribadian anak”, ungkapnya.
Setelah rangkaian acara selesai, maka arisan ditutup dengan pembacaan doa yang dibacakan oleh Ustad Erwin, S.Pdi dengan diselipkan beberapa petuah   Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama bagi seseorang, dan orang tua sebagai kuncinya. Pendidikan dalam keluarga terutama berperan dalam pengembangan watak, kepribadian, nilai-nilai budaya, nilai-nilai keagamaan dan moral, serta keterampilan sederhana. Pendidikan dalam konteks ini mempunyai arti pembudayaan, yaitu proses sosialisasi dan inkulturasi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk mengantar anak agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak luhur, tangguh, mandiri, kreatif, setia kawan dan lain sebagainya”, tandasnya.  
Acara dilanjutkan dengan sholat dhuhur berjamaah kemudan  makan siang bersama.
Semoga kegiatan ini dapat terus terlaksana dalam memupuk tali silaturahmi dan kekeluargaan serta kebersamaan antar segenap keluarga .


By  :  Dedik

Minggu, 10 Desember 2017

Awet Muda

KIAT  MENJADIKAN  AWET  MUDA

Bumi  Cipondoh  Asri,  Tangerang
Setengahnya orang menyangka, bahwasannya hanya kaum hawa yang kaya dan sekit keturunan, bisa hidup awet muda.
Anggapan di atas tidak selamanya benar karena kenyataan membuktikan tidak sedikit kaum hawa yang kurang mampu dan banyak keturunan, tapi bisa awet muda dan kecantikannya terpelihara secara layak.
Tak dapat disangkal, bahwa kekayaan harta benda dan kemampuan untuk dapat membeli sesuatu guna mencukupi keinginannya, memegang peranan penting akan hidup awet muda ( ini bukan pokok pangkal awet muda ). Bahkan tidak kurang kaum hawa dari kalangan hartawan kelihatan cepat tua, badannya layu sebelum usia lanjut.
 Apakah artinya harta benda, jika dalam rumah tangga penuh dengan kekacauan, pertengkaran di mana tidak terdapat perdamaian, ketenteraman, dan kerukunan rumah tangga yang harmonis.
Marah, benci, dengki, cemburu, sedih, patah hati, kurang tidur dan lainnya adalah perusak utama terhadap sari kemudaan.
Francis Bacon seorang ahli pisah bahasa Inggris, pertama menganjurkan mereka yang ingin awet muda harap makan banyak buah yang segar, memperoleh sinar matahari, gerak badan secukupnya, membatasi hawa nafsu, pantang minuman keras, rokok dan lainnya yang bisa merusak kesehatan.
Dr. Sherman dan Dr. Campbell dari Columbia University, menambahkan bagi mereka yang ingin awet muda dianjurkan pula banyak makan yang mengandung zat kapur (Calsium) yaitu vitamin A dan G.
Vitamin A terdapat pada mentega, minyak ikan, susu, keju, telur, hati binatang, kuning telur, bayam, lobak, ubi jalar, tomat, pisang, apel, susu mentah, air jeruk manis, sayur hijau dan lain-lain. Tapi, tidak terdapat pada minyak babi dan daun-daunan yang biasanya dipakai sebagai lalapan.
Vitamin G terdapat pada susu, telur, daging, sayuran yang berwarna hijau dan kuning.
Sementara Kay Francis, seorang bintang kenamaan tahun 1936 saat berusia kurang lebih 40 tahun, ia terlihat seperti masih gadis. Petuahnya yang bisa diambil contoh yaitu bagi siapa saja yang ingin awet muda senantiasa harus rajin bekerja, sehabis makan harap jalan-jalan sebentar, luangkan waktu di siang hari untuk tidur.
Duduk termenung, melamun, banyak pikiran, sedih hati adalah suatu proses mempercepat orang lekas tua.

By  :  Dedik

Kamis, 07 Desember 2017

TRY OUT

TINGKATKAN  KEMAMPUAN  VIA TRY OUT
SMPN 88  JAKARTA

Anggrek  Garuda  88,  Jakarta
SMP Negeri 88 Jakarta melaksanakan Uji Coba (Try Out) untuk kelas IX yang berjumlah 853 siswa,  dimulai tanggal 4 - 7 Desember 2017 dari pukul 07.30 s.d. 09.30 WIB.
Ketua pelaksana Try Out, Hendrawati Wisnu W, S.Pd mengatakan "Sebentar lagi siswa kelas IX akan menghadapi Ujian Nasional untuk itu perlu dipersiapkan semaksimal mungkin agar siswa fokus saat mengikuti Ujian Nasional nanti.
Esensi soal Try Out dibuat berdasarkan SKL dan kisi-kisi Ujian Nasional. Jika hasil TO yang diperoleh siswa tidak memuaskan, maka ini akan menjadi pendorong bagi siswa untuk mengerjakan kembali soal-soal TO. Siswa lebih banyak mengerjakan soal-soal ketimbang membaca dan mempelajari materi pelajaran. Dengan demikian siswa semakin siap untuk menghadapi Ujian Nasional yang akan datang.” ungkapnya.
Manfaat Try Out, bagi siswa, di antaranya  :
Mengasah kemampuan dan keterampilan siswa 
Meningkatkan kepercayaan diri siswa
Melatih manajemen waktu
Kepala SMPN 88 Jakarta, Drs. H. Yusron, M.Pd mengatakan Tujuan dilaksanakannya Try Out untuk menguji sejauh mana kemampuan para siswa mengisi soal UN nanti.  Seluruh siswa dikondisikan untuk mengerjakan soal dengan serius dan bekerja sendiri, karena nilai yang diperoleh menjadi gambaran  siswa  pada hasil ujian akhir nasional yang akan datang.” tegasnya


By  :  Dedik

Senin, 04 Desember 2017

PENDIDIKAN INKLUSIF

PENDIDIKAN INKLUSIF SEBAGAI WAHANA STRUKTURAL BAGI ANAK-ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MENUJU PENCAPAIAN 
CITA-CITANYA DI MASA DEPAN

              Oleh  :   Drs. DEDIK EKADIANA
                            Guru PPKn, SMPN 88 Slipi, Palmerah
                            Jakarta Barat

    Pelaksanaan pendidikan di Indonesia sejak era reformasi hingga saat ini telah diupayakan berjalan sesuai amanat konstitusi dan perundang-undangan yang berlaku (pasal 31 ayat 1-5 UUD 1945 Yang Diamandemen juncto pasal 5 ayat 1-5 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional).
    Kenyataannya, di samping sejumlah  anak didik yang  memiliki kesehatan fisik dan mental sempurna (normal), terdapat tidak sedikit anak-anak yang terlahir menyandang difabilitas fisik dan mental, juga tak kalah jumlah anak-anak yang menyandang bawaan lahir sebagai anak yang berkelebihan dalam level kecerdasan, sehingga mereka masuk dalam kategori anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).
    Fakta ini menjadi PR besar autoritas pendidikan di Indonesia beserta para pelaksana proses pendidikan yang berkewenangan penuh mendorong dan memfasilitasi para peserta didik, tanpa kecuali, memperoleh hak berpendidikan. Dengan kata lain, diperlukan wahana sistem pelaksanaan pendidikan terpadu yang dapat melayani kebutuhan semua peserta didik tanpa kecuali.
    Wahana sistem pelaksanaan pendidikan terpadu tersebut lebih dikenal sebagai ”pendidikan inklusif”. Pendidikan inklusif pada dasarnya merupakan suatu strategi pendidikan untuk mempromosikan pendidikan universal yang efektif untuk dapat menciptakan sekolah yang responsive terhadap keberagaman karakteristik dan kebutuhan anak.
    Keberadaan pendidikan inklusif telah disepakati oleh banyak Negara yang ter-gabung di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ditandai dengan dokumen internasional, di antaranya: Universal Declaration on Human Right 10 Desember 1948, UN Convention on Children Right 1989, World Declaration on Education for All 1990, Peraturan Standard tentang Persamaan Kesempatan bagi Para Penyandang Cacat tahun 1993, Pernyataan Salamanca dan Kerangka Aksi tentang Pendidikan Kebutuhan Khusus tahun 1994, Kerangka Aksi Forum Pendidikan Dunia tahun 2000.
Image : Google
    Penerapan pendidikan inklusif secara konseptual memungkinkan anak-anak berkebutuhan khusus dapat mengikuti pendidikan di sekolah mana pun sesuai dengan keinginannya. Ironisnya, belum banyak jumlah sekolah di Indonesia yang siap menyerap peserta didik berstatus ABK, dikarenakan alasan belum siap secara teknis mau pun nonteknis.
    Problem klasik yang sering terjadi di sekolah-sekolah yang menolak peserta didik berstatus ABK di antaranya adalah bahwa mereka tidak memiliki peralatan khusus, ketiadaan tenaga pengajar dan pendidik yang capable untuk menangani anak didik berstatus ABK. Di samping itu, kehadiran siswa-siswi berstatus ABK di sekolah-sekolah berstandard umum masih dianggap membawa masalah (unfortunate taker).
    Upaya pemerintah, dalam kaitan ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, terhitung sangat serius untuk menerapkan pendidikan inklusif di tanah air, ditandai dengan kemunculan Deklarasi Indonesia Menuju Pendidikan Inklusi Secara Formal di Bandung pada tanggal 11 Agustus 2004, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 70 tahun 2009.
    Pada pasal 1 Permendiknas No. 70 tahun 2009 disebutkan bahwa pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan para peserta didik pada umumnya.
    Bahkan pemerintah telah melakukan langkah kongkret merintis sekolah inklusi pada beberapa kabupaten di luar DKI Jakarta, seperti 12 SD di Kabupaten Gunung Kidul (DIY), dan 35 SD di Kota Jogyakarta, 8 SD di Kabupaten Tanah Grogot. Disebabkan oleh status rintisan, hingga artikel ini dibuat belum diperoleh informasi yang signifikan terkait perkembangan sekolah-sekolah perintis tersebut.    
Image : Google
     Pendidikan inklusif sangat penting dikembangkan terus-menerus, mengingat banyak kelebihan dan manfaat yang terkandung di dalamnya. Terdapat lima kelebihan atau manfaat dari program pendidikan inklusif (Staub dan Peck: 1994-1995), antara lain :
1.    Berdasarkan hasil wawancara dengan anak non-ABK, hilangnya rasa takut pada anak berkebutuhan khusus akibat sering berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus itu sendiri.
2.    Anak non-ABK menjadi semakin toleran pada orang lain setelah memahami kebutuhan individu teman ABK.
3.    Banyak anak non-ABK yang mengakui peningkatan selvesteam sebagai akibat pergaulannya dengan ABK , yaitu dapat meningkatkan status mereka di kelas dan di sekolah.
4.    Anak non-ABK mengalami perkembangan dan komitmen pada moral pribadi dan prinsip-prinsip etika.
5.    Anak non-ABK yang tidak menolak ABK mengatakan bahwa mereka merasa berbahagia bersahabat dengan ABK.
    Berdasarkan obyeknya (mayoritas ABK yang terdapat di Indonesia), pendidikan inklusi terbagi menjadi tiga kategori :
1.    Inklusi tunanetra : pendidikan inklusi bagi anak yang mengalami gangguan penglihatan atau rusak penglihatannya (buta total), implementasi-nya adalah bahwa peserta didik diberi alat bantu berupa software JOS yang di-install pada komputer atau laptop, sehingga semua tulisa diubah menjadi bunyi oleh software  tersebut.
2.    Inklusi tunarungu    :  pendidikan inklusi bgi anak yang kehilangan seluruh atau sebagian daya pendengarannya sehingga mengalami gangguan berko-munikasi secara verbal. Alat bantu yang digunakan adalah bahasa mimik atau atau bahasa isyarat.
3.    Inklusi tunadaksa   :  pendidikan inklusi bagi anak yang mengalami cacat fisik berupa tidak memiliki anggota tubuh (tangan atau kaki), atau pun jika punya, tidak dapat berfungsi sebagamana mestinya.
Manfaat pendidikan inklusi
    Implementasi pendidikan inklusif diharapkan mampu mendorong terjadinya perubahan sikap lebih positif dari peserta didik terhadap adanya perbedaan melalui pendidikan yang dilakukan secara bersama-sama, dan pada akhirnya mampu membentuk sebuah komunitas yang tidak diskriminatif dan menjadi akomodatif terhadap semua orang.
    Butir-butir manfaat yang sangat mungkin diperoleh dari pelaksanaan pendidikan inklusif adalah  :

1. bagi anak didik,
·         para siswa sejak dini memiliki pemahaman yang baik terhadap perbedaan dan keberagaman
·         munculnya empati alamiah pada para siswa
·         munculnya budaya saling menghargai dan menghormati antarsiswa
·         menurunkan kemungkinan terjadinya stigma dan labeling kepada semua anak, khususnya pada anak berkebutuhan khusus dan penyandang cacat
·         timbulnya budaya kooperatif dan kolaboratif pada siswa, sehingga memungkinkan adanya saling bantu antara satu dengan yang lainnya
2. bagi guru,
·         lebih tertantang untuk mengembangkan berbagai metode pembelajaran
·         bertambahnya kemampuan dan pengetahuan guru tentang keberagaman siswa, termasuk keunikan, karakteristik, dan sekaligus kebutuhannya
·         terjadinya komunikasi dan kerja sama dalam kemitraan antarguru dan guru ahli bidang lainnya
·         menumbuhkembangkan sikap empati guru terhadap siswa termasuk siswa penyandang cacat / siswa berkebutuhan khusus
3. bagi sekolah,
·         memberikan kontribusi yang sangat besar bagi program wajib belajar
·         memberikan peluang bagi terjadinya pemerataan pendidikan bagi semua kelompok masyarakat
·         menggunakan biaya yang relative lebih efisien
·         mengakomodasi kebutuhan masarakat

    Pendidikan inklusif  sebagai model penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus memiliki pendahulu sebagai model yang sama, namun pemberlakuan model pendahulu tersebut tidak menunjukkan grafik kemajuan yang signifikan. Sekedar untuk referensi tambahan, model pendahulu tersebut dapat diringkas sebagai berikut   :
1.    Sekolah segregasi : adalah jenis sekolah yang memisahkan anak berkebutuhan khusus dari sistem persekolahan regular. Sekolah segregasi di Indonesia berupa unit pendidikan khusus dalam bentuk sekolah luar biasa (SLB). Berdasarkan perbedaan anak berkebutuhan khusus, SLB terbagi dalam beberapa kategori, di antaranya SLB/A untuk penyandang tunanetra, SLB/B untuk penyandang tunarungu, SLB/C untuk penyandang untuk penyandang tunagrahita, SLB/D untuk penyandang tunadaksa, dan SLB/E untuk penhyandang tunalaras. Kelemahan dari sekolah segregasi adalah pada aspek perkembangan emosi dan sosial anak didik menjadi kurang luas karena lingkungan pergaulan yang terbatas.
2.    Sekolah terpadu  :  adalah jenis sekolah yang memberikan kesempatan kepada peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengikuti pendidikan di sekolah regular tanpa adanya perlakuan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan individu anak didik tersebut. Kelemahan dari model sekolah seperti ini adalah bahwa anak berkebutuhan khusus tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan individu anak, namun kelebihannya adalah bahwa anak berkebutuhan khusus berkesempatan luas bergaul di lingkungan yang normal.
3.    Sekolah inklusif  : adalah bentuk inovasi dari pendidikan terpadu. Di sekolah ini, setiap anak berkebutuhan khusus diusahakan memperoleh pelayanan pendidikan secara optimal, didasari atas penyesuaian kurikulum, sarana-prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan, sistem pembelajaran, hingga sistem penilaiannya. Keuntungan dari pendidikan inklusif adalah bahwa anak berkebutuhan khusus mau pun non-ABK dapat saling berinteraksi secara wajar sesuai dengan tuntutan kehidupan sehari-hari di masyarakat.
    Di era millennium III ini, upaya akselerasi pemberdayaan sumber daya manusia Indonesia merupakan keniscayaan yang tak bisa ditolak. Betapa tidak? Tanah air Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam memerlukan pengelolaan yang tepat dari sumber daya manusia yang tersedia pada bangsa Indonesia sendiri.
    Sementara itu, kenyataannya sumber daya manusia Indonesia memang melimpah ; 262 juta jiwa (data terbaru dari Badan Pusat Statistik tahun 2017). Keberlimpahan sumber daya manusia Indonesia belum sejajar dengan pertumbuhan kualitas sumber daya manusia Indonesia berdasarkan tingkat pendidikan yang ideal.
    Ditambah lagi, keberadaan anak-anak berkebutuhan khusus juga merupakan potensi sumber daya manusia Indonesia yang suatu saat kelak diharapkan dapat mengelola dengan tepat sumber daya alam di Negara tercinta. Pendidikan yang ideal juga diperlukan bagi para ABK tersebut dalam rangka membentuk manusia Indonesia yang terdidik dan berkecakapan baik.
    

  
Sumber Kepustakaan

1.  Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia : Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Yang Diamandemen, Jakarta : 2002
2.    Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia : Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta : 2003
3.  Kementerian Pendidikan Nasional : Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 70 Tahun 2009, Jakarta : 2009
4.    Universitas Negeri Semarang : Pendidikan Untuk Semua, Semarang : 2017
5.    Universitas Bina Nusantara, ROMBOT Olifia, S. Sos, M.Pd : PENDIDIKAN INKLUSI, Jakarta : 2017
6.    Sumber-sumber lainnya dari Televisi dan beberapa Koran Nasional

Minggu, 03 Desember 2017

PUISI


KEMULIAAN  SANG  IBU


Terdiam sejenak dalam renungan
Kala baying wajahmu datang menyapa
Waktu pun berputar ke belakang
Membuka memori kenangan kecilku
      Tetesan keringat dan air mata
      Berjuang melawan maut
      Demi kehadiran sang buah hati
      Mendengar tangisan pertamaku
      Jadilah kebahagiaan tak ternilai bagimu
Image : Google
Saat ku mulai belajar berjalan
Kau dengan setia menjagaku
Ku mulai belajar bicara
Engkau dengan sabar mengenalkan aku pada kata-kata
      Hingga ku dewasa, kasih saying itu tetap sama
      Tak pernah pudar dan terkikis oleh waktu
Bekerja tanpa mengenal kata lelah
Tudur tanpa mengenal kata lelap
Terjaga dalam gelapnya langit subuh
Demi mencari sesuap nasi untukku
      Tapi, balasan apa yang bisa kuberi
      Hanya goresan luka dan air mata
      Meskipun begitu, kasih saying itu tak terkikis sedikit pun
Slalu kau sebut namaku di setiap doamu
Air mata ini jatuh berlinang dengan derasnya
Mengingat betapa mulianya, engkau wahai Ibu
      Pepatah berkata
      “Surga di bawah telapak kaki Ibu”
      Izinkanlah daku mencium surge itu
      Ibu  …………



Karya  :  Al-Fatiah Alifah Kof-Sof
          Hafidzahnur Choirunnisa
          Siswi kelas IX H,  SMPN 88  Jakarta

Sabtu, 02 Desember 2017

PELANTIKAN DAN SERAHTERIMA OSIS


PELANTIKAN DAN SERAHTERIMA KEPENGURUSAN OSIS   2017
 di SMPN 88 JAKARTA

Anggrek  Garuda  88,  Jakarta
Dalam sebuah sekolah keberadaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sangat penting bagi tumbuh kembangnya sekolah dalam kegiatan pendidikan. Demikian halnya dengan keberadaan OSIS di SMPN 88 Jakarta dimana peran OSIS adalah untuk meningkatkan semangat belajar siswa, motivator,  dan contoh yang baik buat siswa lainnya.  
Senin, 27 November 2017 bertepatan dengan Upacara HUT PGRI ke-72, telah dilaksanakan pelantikan dan serah terima jabatan kepengurusan OSIS 2016/2017 kepada pengurus baru tahun pelajaran 2017/2018. Sebelumnya melalui proses pemilihan Ketua OSIS  yang dilaksanakan secara demokratis oleh seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan kelas IX. Terpilih sebagai Ketua OSIS baru adalah Regina Rania Cahya K. (VIII B).  
Drs. H. Yusron, M.Pd. Kepala SMPN 88 mengambil sumpah pelantikan yang disaksikan oleh wakasek, dewan guru, dan seluruh siswa serta penandatanganan berita acara pelantikan serah terima secara simbolis berupa tongkat komandan dari ketua lama kepada ketua baru.
Dalam sambutannya, mengatakan, “Kalian adalah siswa-siswi terpilih yang diberikan amanah oleh sekolah dan seluruh peserta didik untuk mengemban tugas menjalankan roda organisasi yang didalamnya terdapat program-program yang telah disusun dengan baik.  Jadilah pengurus yang bertanggung jawab, penuh pengabdian serta bekerja sama dan saling membantu, sehingga jika ada permasalahan yang harus dipecahkan diselesaikian dengan cara musyawarah.” 
Selamat bekerja untuk pengurus OSIS yang baru semoga bisa membawa nama sekolah menjadi lebih baik lagi. Amiin.

By  :  Dedik

Jumat, 01 Desember 2017

HUT PGRI


UPACARA HUT PGRI ke 72  DI SMPN 88 JAKARTA,
PERKUAT PRESTASI siswa

Anggrek  Garuda  88,  Jakarta
Senin, 27 November 2017 keluarga besar SMPN 88 Jakarta berkumpul di lapangan untuk melaksanakan upacara HUT PGRI, hari istimewa bagi para guru. Tujuannya memberikan dukungan kepada para guru untuk meyakinkan mereka bahwa keberlangsungan generasi di masa depan ditentukan oleh guru.
Pada upacara ini seluruh petugasnya adalah para guru dan staf TU. Mulai dari tanpa gladiresik,  kegiatan ini langsung dilaksanakan. Alhamdulillah berjalan lancar, dengan Pembina Upacara,  Kepala SMPN 88 Jakarta, Drs. H. Yusron, M.Pd.
Dalam sambutannya, mengatakan “Guru pada hakekatnya sebagi contoh, perilakukanya ditiru sesuai dengan apa yang diamanatkan Ki Hajar Dewantara, Ing Ngarso Sung Tulodho, di depan memberi contoh. Pada kesempatan ini, Guru menjadi petugas upacara. jadi tidak sekedar menyuruh tapi menjadi contoh.
Untuk mencapai cita - cita, belajarlah dari Guru. Ibarat sumber mata air pegunungan, terus mengalir untuk menghilangkan dahaga. Sumber ilmu pengetahuan menghilangkan kebodohan dan membawa pencerahan,” tegasnya.
“Guru adalah sosok yang berpengaruh bagi perkembangan pendidikan, baik itu karakter maupun intelektualnya. Kedua hal ini harus berjalan beriringan sebab cerdas saja tidak cukup tanpa diikuti oleh karakter mental yang kuat. Guru sering disebut sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Pasalnya Guru bisa menghasilkan orang-orang berkualitas tinggi dan bahkan menjadi pemimpin-pemimpin yang berprestasi,” tambahnya.
Apakah kalian tahu apa makna hari guru ? Berdasarkan referensi, lahirnya PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) tanggal 25 November 1945, setelah 100 hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, merupakan cikal-bakal organisasi PGRI. Di mana organisasi ini diisi oleh para guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Diperingatinya sebagai Hari Guru Nasional adalah berdasarkan Kepres Nomor 78 Tahun 1994. Hal ini sebagai bentuk penghormatan kepada guru.
Upacara selesai seluruh dewan guru berkumpul di lapangan, sementara siswa-siswi memberikan hadiah berupa rangkaian bunga, dilanjutkan dengan bersalaman dan foto bersama. Bentuk rasa cinta para siswa yang ditunjukkan kepada bapak/ibu guru.
Kami mengadakan tasyakuran, berupa nasi tumpeng untuk seluruh guru dan karyawan sebagai rasa syukur. Semoga di Hari Guru ini, makin membawa kemajuan, mampu mencetak generasi penerus bangsa,  bagi dunia pendidikan di Indonesia.
By  :  Dedik

PUISI : NUANSA RAMADHAN 2020

NUANSA   RAMADHAN   2020 Karya : Dedik Ekadiana Langit berpayungkan lazuardi Awan bercengkrama dan menderu Alam bertakhta tuk ...