Senin, 04 September 2017

SMPN 88 Jakarta, Lounching Program Ekstra Kurikuler Hafiz Qur’an


Anggrek  Garuda  88,  Jakarta
Program sekolah mengaji yang bertujuan membangun generasi muda yang Qurani, menjadikan generasi yang mandiri dan tangguh serta mempunyai daya saing yang tinggi. Secara kuantitas, program sekolah mengaji sangat membanggakan karena siswa bisa memahami isi kandungan Al-Quran serta dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita mewajibkan untuk siswa SMP harus hafal 3 juz,  ujar Kepala SMP Negeri 88, Drs. H. Yusron, M, Pd.
Senin (4/9) menjadi hari bersejarah bagi SMPN 88 Jakarta, karena telah dilakukan lounching program ekstra-kurikuler Tahfiz Quran. Program ini akan dilaksanakan setiap hari Senin mulai pukul 14.30 s.d. 16.15, yang pengetrapannya dibagi secara berkelompok, laki-laki 2 kelompok dan perempuan 5 kelompok.  Ke depannya diharapkan dapat berkembang dengan baik dan istiqomah. 
Pihaknya terus berupaya untuk mengembangkan agar siswanya berkarakter, memiliki keimanan, ketaqwaan,  dan wawasan ke-Islaman untuk membentengi dari pergaulan negatif baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, tuturnya.
Program ini untuk mencetak generasi muda hafal Quran. Dan Alhamdulillah, minat siswa yang mengikuti program ekstra-kurikuler Tahfiz Quran ini cukup besar. Terbukti,  pada acara lounching ini sudah diikuti 32 peserta.
Lebih lanjut, Drs. H. Yusron, M.Pd mengatakan program ekstra-kurikuler  Tahfidz Quran akan diperkuat dengan pemberian sertifikat ketahfidzan bagi siswa peserta program saat mereka lulus kelas IX. Sekolah juga menyediakan sertifikat ketahfidzan bagi peserta program ini seiring mereka dinyatakan lulus ujian akhir sekolah di kelas IX. Hal ini untuk memacu minat siswa terhadap program Tahfidz Quran. Di samping itu, pemberian sertifikat ini juga dimaksud agar pihak masyarakat mengetahui bahwa program Tahfidz Quran di sekolah umum juga dilaksanakan dengan seius,  pungkasnya.

Minggu, 03 September 2017

TIPS ORANG TUA, MENYURUH ATAU MEMERINTAH


Menurut penelitian Sheryl N. Dawson, seorang psikholog bidang perkembangan anak dari New York,   yang paling menjengkelkan anak terhadap sikap ibunya adalah bila ia disuruh. Komunikasi ibu tidak jelas, kami tidak bisa membedakan antara menyuruh dan memerintah, protes si Anak. Kiranya protes ini patut dikaji sebagai koreksi diri para Ibu. Tujuannya agar anak kita tidak jengkel. Sebab kejengkelan mereka akan melahirkan hubungan yang kurang harmonis antara anak dan orang tua. Akibatnya, anak mencari pelarian di luar rumah.
Tips mengantisipasi anak agar tidak jengkel bila disuruh melakukan sesuatu :
Image : Google
Dibedakan
Pertama-tama harus dibedakan, mana yang sifatnya menyuruh dan mana yang memerintah. Yang sifatnya menyuruh adalah segala sesuatu yang tidak wajib dikerjakan anak. Boleh saja dia menolak karena tidak suka. Sebab anak juga perlu diberi hak menolak dan menerima. Sejak kecil perlu ditanamkan sikap demokratis, agar kelak ia menjadi seorang demokrat yang biasanya bisa diterima di berbagai kalangan masyarakat.
Bila Anda memerintah, sifatnya wajib dilakukan anak karena berkenaan dengan sesuatu hal. Agar anak mau menerimanya, terlebih dulu diberi pengertian mengenai mana yang wajib dan tidak. Masing-masing orang tua punya aturan sendiri. Silakan Anda membuat daftar apa saja yang wajib dilakukan anak dan apa pula yang tidak. Tempel pada dinding kamarnya agar ia memahami.

Batasi
Agar si anak tidak bingung, Anda perlu membatasinya dengan jelas. Bila anak bertanya, jelaskan sebabnya (mengapa yang ini wajib dan yang itu tidak). Ajaklah mereka berdiskusi agar tercipta kesepakatan dan pengertian (understanding). Bila dewasa kelak, mereka akan menjadi pribadi yang tidak diktator.

Bahasa Yang Baik
Sekalipun dalam keadaan marah, saat berkomunikasi dengan anak hendaknya si ibu menggunakan bahasa yang baik, benar, dan penuh logika agar ia menjadi pribadi yang berbudi, sopan, dan tahu posisi. Masyarakat akan menghargai sikap demikian. Bahasa yang baik dan benar keluar dari mulut seorang ibu terhadap anaknya lambat-laun dapat mempengaruhi kepribadian si anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang bertutur kata yang baik dan benar pula di tengah-tengah lingkungan sosialnya.

Secara Khusus
Masing-masing anak mempunyai karakter yang berbeda. Karena itu, haruslah diperlakukan secara khusus. Si A tidak bisa diperlakukan sama dengan Si B atau Si C. Di sini diperlukan kejelian orang tua dalam memahami karakter anak.
Tidak sulit, bila Anda mau menyatu dengan mereka dalam arti ikut tumbuh bersama mereka. Sebab perjalanan hidup itu tidak mundur melainkan maju ke depan. Masa datang adalah dunia mereka. Karena itu jangan merasa rendah diri bila harus belajar dari anak.

Memberi Contoh
Perlu memberi contoh sesuatu hal, jika memang diperlukan si anak. Dengan adanya contoh itu, anak bisa belajar dari orang tuanya agar tidak melakukan kesalahan lagi. Selama belum mencapai usia dewasa, seorang anak secara naluriah sangat perlu untuk dibekali contoh verbal yang baik secara berkesinambungan oleh ibunya agar pada gilirannya kelak ia dapat terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam bertindak.

Dialog
Biasakan membuka dialog dengan anak mengenai apa saja. Dari sini akan terlihat apa yang diinginkannya, juga akan kita ketahui tingkat perkembangannya. Di sini, orang tua bisa memasukkan hal-hal positif. Dalam forum dialog ini, orang tua bisa mencurahkan harapannya tentang kewajiban anak dan hak-hak anak.
Andaikata Anda seorang wanita karir, dialog semacam ini bisa dilakukan ketika makan bersama, saat mengantar sekolah, ataupun saat liburan bersama pada akhir pekan.


Karya  :  Drs. Dedik Ekadiana
         Guru  PPKn  SMPN 88,  Jakarta

Jumat, 01 September 2017

Semarak hari Raya Idul Adha, di Perum BCA


Bumi Cipondoh Asri,  Tangerang
Hari Raya Idul Adha 1438 H telah tiba. Setelah pelaksanaan shalat Ied dilakukan, segenap warga BCA (Bumi Cipondoh Asri) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban, yang beralamat di Kompleks Perumahan BCA, Cipondoh, Tangerang.  Perayaan ini sebagai wujud ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kelimpahan rizki dan juga sebagai sarana saling meningkatkan tali silahturohmi sesama warga.
Idul Adha tahun ini, terdapat 2 ekor sapi dan 1 kambing. Penyembelihan dimulai pukul 09.00, warga kompleks tampak antusias sekali saat mengikuti qurban ini. Rasa kekeluargaan dan kebersamaan antarwarga begitu terasa.  Mereka bekerjasama mulai penyembelihan hingga pembagian daging qurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
Untuk teknis pembagiannya, mereka menggunakan kupon yang dibagikan kepada warga sekitar. Selain itu, jam pembagian daging qurban juga mereka jadwalkan dari jam 14.00-16.00 WIB. Terbukti, dengan cara seperti ini tidak terjadi antrian panjang.
Tepat pukul 17.00 kegiatan pemotongan dan pendistribusian daging hewan qurban selesai dilaksanakan. Acara ditutup dengan tasyakuran hidangan khas Idul Adha bersama panitia dan pihak-pihak yang turut membantu terlaksananya acara tersebut hingga selesai.


Rabu, 30 Agustus 2017

Gudep 01.717 dan 01.718, SMPN 88 Jakarta, Gelar Upacara Penggalang


Anggrek  Garuda  88,  Jakarta
Peran Pembina sangatlah penting dalam membangkitkan kegiatan pramuka. Karena itu, Pembina juga tidak boleh bosan untuk membina anak didiknya. Dengan demikian peminat pramuka setiap tahunnya akan terus meningkat.
Rabu, 30 Agustus 2017 bertempat di halaman sekolah, tepatnya pukul 15.00 WIB digelar latihan upacara penggalang, Gudep 01.717 dan 01.718 SMPN 88 Jakarta. Bertindak sebagai Pembina Upacara Kak Idham Aulia Rasyidin yang diikuti seluruh penggalang rakit kelas 7, penggalang ramu kelas 8, dan penggalang terap kelas 9.
Upacara dimulai dengan laporan masing-masing pimpinan regu kepada pratama kemudian dilanjutkan dengan penjemputan Pembina upacara sekaligus melaporkan bahwa upacara siap untuk dimulai.  Pembina upacara mengambil tempat yang diikuti Pembantu Pembina berada di belakang Pembina upacara dengan membentuk barisan bersaf.  Pembina upacara melangkah ke depan, mendapatkan penghormatan dari pratama diikuti seluruh peserta upacara.
Tahapan berikutnya, pengibaran bendera merah putih disertai penghormatan oleh seluruh peserta upacara, pembacaan teks Pancasila, dan pembacaan Dasa Darma Pramuka oleh petugas.
Dalam amanatnya, Pembina Pramuka, Kak Idham Aulia Rasyidin mengatakan “Tujuan kegiatan pramuka ini adalah untuk membentuk karakter serta kepribadian siswa agar menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya, maka itu harus kita tanamkan sejak dini”.
Setelah menyampaikan amanatnya, upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh petugas. Pembina upacara menyerahkan pasukan kepada pratama, untuk memberi penghormatan.
Pembina upacara meninggalkan lapangan, barisan pun dibubarkan untuk mengikuti latihan kepramukaan selanjutnya.

Rabu, 23 Agustus 2017

WISATA SEJARAH, MUSEUM PERUMUSAN NASKAH PROKLAMASI, BERSAMA SMP NEGERI 88 JAKARTA


Anggrek  Garuda  88,  Jakarta
Setiap anak Indonesia sudah mengetahui kapan Indonesia merdeka. Namun, mereka banyak yang belum mengetahui, kenapa dalam naskah asli Proklamasi, tertulis 17 Agustus’05, bukan 1945 ?  
Pertanyaan ini terjawab, ketika mengunjungi Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol No.1, Jakarta Pusat.
Pada hari Rabu, 23 Agustus 2017 siswa-siswi SMP Negeri  88 Jakarta yang didampingi 4 guru, di antaranya Dra. Hj. Syarifah, Dra. Ajriah, Drs. Dedik Ekadiana, dan Bainuddin, S.Or berkunjung ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Mereka melihat tempat Perumusan Naskah Proklamasi yang dilakukan di meja panjang dengan 10 kursi.
Para siswa tampak antusias sekali memperhatikan arahan seorang Edukator saat memberikan penjelasan terkait sejarah-sejarah yang ada di dalam museum. Sebagian lagi ada yang menyaksikan film dokumentasi di ruang audio visual.
Di sini terlihat patung replika Soekarno, Hatta, dan Ahmad Subardjo dari Rengasdengklok sedang merumuskan, mengesahkan, dan menandatangani naskah proklamasi yang dibacakan Soekarno dihadapan 27 tokoh pergerakan bangsa Indonesia yang hadir.  Saat itu bulan Ramadhan,  tanggal 17 Agustus 1945 dini hari.
Setelah sepakat, akhirnya Sayuti Melik mengetik naskah tersebut ditemani B.M. Diah. Ada yang menarik untuk ditelisik, pada perumusan naskah teks proklamasi, Soekarno dalam tulisan tangannya menulis, Djakarta 17-8-'05. Padahal tahun itu dalam penanggalan masehi adalah tahun 1945.
Menurut pengelola musem,  tahun '05 itu kependekan dari angka "tahun 2605" penanggalan yang dipergunakan Jepang saat berkuasa di Indonesia.
Penghitungan tahun tersebut dimulai ketika Kaisar Jimmu naik tahta pada tahun 660 SM, sehingga lebih awal 660 tahun dari pada Gregorian (tahun sesudah Masehi).
Namun,  saat Soekarno membacakan teks proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pukul 10.00 pagi, tanggal 17 Agustus 1945, ternyata menggunakan tahun Masehi dalam penanggalan Indonesia,  yang berlanjut hingga kini.
Di lantai 2 terdapat replika teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diketik Sayuti Melik, ditandatangani Ir. Soekarno-Hatta tanggal 17 Agustus 1945.  Selain itu, terdapat pula kaset Proklamasi Kemerdekaan serta mata uang sepuluh ribu tahun 1945.
Di halaman belakang Museum Perumusan Naskah Proklamasi, terdapat sebuah bunker rahasia, dengan bantuan anak tangga untuk menyusurinya. Di dalamnya terdapat sebuah kamar rahasia selebar 5 meter dengan panjang 3 meter dan tinggi 1,5 meter.
Laksamana Maeda adalah pejabat militer Jepang pada masa penjajahan. Rumah dinasnya dijadikan tempat untuk merumuskan proklamasi kemerdekaan RI pada tahun 1945 oleh para pejuang kemerdekaan.


Selamat  mengenang  perjuangan  para  pahlawan  kemerdekaan Indonesia!

Senin, 21 Agustus 2017

SMPN 88, IMUNISASI MEASLES RUBELLA (MR)


Anggrek  Garuda  88,  Jakarta
Sejak dicanangkan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) atau Imunisasi Campak-Rubella oleh Presiden Joko Widodo di seluruh Indonesia, sejak 1 Agustus 2017 lalu, Pemerintah Kota Jakarta Barat menggelar kegiatan imunisasi MR di sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya. Anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun wajib diimunisasi. Selain di Puskesmas dan Posyandu, pemberian vaksin juga dilakukan di sekolah-sekolah mulai TK, SD, dan SMP hingga pondok pesantren di berbagai wilayah.
Kementrian Kesehatan mencanangkan penambahan 4 vaksin baru yang wajib diberikan pada anak, termasuk di antaranya vaksin rubella, vaksin kanker serviks, vaksin pnemokokus, untuk mencegah radang paru-paru, vaksin rubellaparu, dan vaksin pencegah radang otak (JE).
Pada hari ini, Senin 21 Agustus 2017 bertempat di laboratorium dilaksanakan Imunisasi Campak dan Rubella bagi seluruh siswa- siswi SMPN 88 yang merupakan salah satu program dari pemerintah.
Dra. Ajriah, Waka Kesiswaan SMP Negeri 88 mengatakan sengaja meluangkan waktunya untuk mengumpulkan ratusan siswanya supaya ikut vaksinasi rubella.
Menurutnya, suntik antibiotik sangat penting untuk meningkatkan kesehatan siswanya supaya tidak rentan terkena penyakit.
“Kami mengapresiasi langkah sigap Dinas Kesehatan yang menggelar vaksin di sekolah kami. Semoga program ini berjalan berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan setiap anak,” ungkapnya.
Dokter Puskesmas Kelurahan Palmerah, dr Wildan mengatakan vaksinasi rubella merupakan program nasional untuk menekan penularan virus berbahaya.
Vaksin tersebut, kata Wildan bermanfaat mencegah munculnya campak rubella. Ada 14 petugas medis, di antaranya dua dari kelurahan. tujuh dari puskesmas kecamatan, dan lima dari  RS Bhakti Mulya yang melaksanakan vaksinasi di SMP Negeri 88.
Oleh sebab itu, mari kita sukseskan program pemerintah melalui kampanye measles–rubella ini agar siswa sehat dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah maupun di luar sekolah. 

Jumat, 18 Agustus 2017

UPACARA HUT RI 72 di SMPN 88 LANCAR dan KHIDMAT


Anggrek  Garuda  88,  Jakarta
Kamis, 17 Agustus 2017 semua anggota Paskibraka sibuk mempersiapkan dengan mengenakan baju kebanggaannya, baju atasan dan bawahan yang serba putih dengan sarung tangan putih dan slempang warna merah putih. Bukti dedikasi siswa kepada negara lewat Upacara Bendera.
Tepat pukul 07.00, bel berbunyi saatnya menuju halaman sekolah, semua siswa dari keas VII hingga IX mempersiapkan barisannya. Begitu pula dewan guru dan karyawan sudah mempersiapkan diri pada posisinya.
Protokol upacara memulai pelaksanaan upacara, derap langkah Tim Paskibraka mulai terdengar. Bpk Suharto, M,Pd selaku Inspektur Upacara sudah memasuki lapangan. Upacara bendera diawali dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya. Pasukan Paskibraka dan pembawa bendera merah putih berjalan tegap dan rapi membentuk formasi di tengah lapangan. Seluruh peserta khidmat melantunkan lagu Indonesia Raya, mengiringi naiknya bendera pusaka.
Selanjutnya, pembacaan teks proklamasi dibacakan oleh Bpk Erman Fistoni, S,Pd, Pembukaan UUD 1945 oleh siswa kelas IX, dan teks Pancasila dibacakan oleh inspektur upacara yang diikuti oleh seluruh peserta upacara.
Dalam amanatnya, Bpk Suharto, M,Pd menyampaikan sambutan Menteri Pendidikan RI,  Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. Insan Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang bahagia, salah satu tugas pendidikan yang tertuang dalam Program Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah membangun karakter sejak usia dini. Selain itu, pendidikan harus mengedepankan aspek-aspek kebhinnekaan sebagai kekayaan bangsa Indonesia serta menghadirkan negara dalam menangani pendidikan hingga ke seluruh pelosok tanah air. Hal ini juga menjadi bagian dari tugas revolusi mental.
Sekali lagi, mari kita hayati konsep TRIHAYU KI HADJAR DEWANTARA yaitu “Memayu Hayuning Sarira, Memayu Hayuning Bangsa, Memayu Hayuning Bawana”, artinya apapun yang diperbuat oleh seseorang, hendaknya bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia pada umumnya. Hari ini kita ingatkan kembali bahwa pada kitalah Ki Hadjar Dewantara menitipkan semangat itu.
Mari kita berkontribusi untuk pendidikan, mari kita bergerak bersama untuk bangsa, ingatlah bahwa setiap dari kita merupakan insan pendidikan, setiap dari kita memiliki tanggung jawab untuk memajukan pendidikan.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridloi niat tulus kita dalam berkontribusi untuk pendidikan Indonesia”.
Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Marilah kita terus bersinergi untuk pendidikan bangsa ini.
Seluruh peserta upacara mengikutinya dengan penuh khidmat dan semangat, terlihat ketika tim paduan suara didikan Bpk Drs. Sumardi dan Ibu Suci Lestari, S.Pd tampil prima dalam membawakan lagu Berkibarlah Benderaku, lagu Syukur saat mengheningkan cipta mengenang jasa para pahlawan.
Acara dilanjutkan dengan  penyematan dan pemberian penghargaan kepada guru berpretasi oleh Kepala SMPN 88, Bpk Drs. H. YUSRON, M,Pd, di antaranya Bpk Edy Sumardi, M,Pd peraih OGN bidang IPS dan Bpk Drs. Dedik Ekadiana peraih lomba karya ilmiah P4TKPKNIPS di Malang.
Upacara diakhiri dengan pembacaan doa untuk para pahlawan yang telah berjuang meraih kemerdekaan Indonesia. “Ya Allah terimalah perjuangan para pahlawan Indonesia, jadikanlah perjuangan mereka sebagai amal baik dan ibadah di sisi Mu, turunkanlah rahmat dan karunia Mu kepada masyarakat Indonesia”.
Usai upacara diisi dengan kegiatan syukuran bersama dengan  pemotongan tumpeng. Hal ini menampakkan adanya kasih persaudaraan dari kami sebagai satu keluarga.
Marilah kita mengisi kemerdekaan dengan mengedepankan kerjasama dan saling menghargai satu sama lain.

Merdeka

PUISI : NUANSA RAMADHAN 2020

NUANSA   RAMADHAN   2020 Karya : Dedik Ekadiana Langit berpayungkan lazuardi Awan bercengkrama dan menderu Alam bertakhta tuk ...