Minggu, 22 Juli 2018

PEDULI PENDIDIKAN, KORAMIL 03/GP KEMANGGISAN, PALMERAH


Peduli Pendidikan,
Koramil 03/GP Gelar Komsos Kreatif Bahasa Inggris

Anggrek Garuda 88,  Jakarta
Guna meningkatkan SDM dalam rangka menumbuhkan kualitas pendidikan pelajar, Koramil 03/GP Kodim 0503/JB menggelar Pembinaan Teritorial Komunikasi Sosial (KOMSOS) Kreatif dalam bentuk pengajaran Bahasa Inggris.
Danramil 03/GP, Kapten Inf Jefriansen Sipayung, SE mengatakan, kegiatan ini diikuti 20 pelajar SMP Negeri 88  yang dilaksanakan di Aula Koramil 03/GP Jl. Anggrek Garuda V Blok E, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah Jakarta Barat. Pada kesempatan ini, kami menghadirkan 2 orang pengajar, yakni Miss Sekar Ayu, S.Pd  dan Mr. Octavianus Timoti Jaya, dengan bahan ajar penayangan film (durasi 1 jam), yang nantinya para siswa diberi tugas mempresentasikan kesimpulan dari penayangan film tersebut.
"Program belajar Bahasa Inggris ini adalah bentuk kepedulian KODAM JAYA terhadap dunia pendidikan dalam rangka mencerdaskan anak bangsa  agar berprestasi. Kami siap membantu mewujudkan generasi yang berkualitas demi kemajuan bangsa dan negara tercinta ini, dengan beragam pelatihan”, ungkap Danramil Kapten Inf. Jefriansen Sipayung, SE
Sebagai penyelenggara kegiatan, Danramil 03/GP Kapten Inf. Jefriansen Sipayung, SE mengatakan, Komsos Kreatif Bahasa Inggris, yang dijadwalkan setiap hari Selasa dan Jumat ini dilaksanakan secara cuma-cuma dan tidak dipungut biaya agar para pelajar dapat mempunyai minat lebih tinggi dalam pelajaran Bahasa Inggris", pungkasnya.
“Terlihat antusias dan terjalin interaksi para peserta didik SMPN 88 mengikuti kursus Bahasa Inggris. Semoga dengan kegiatan ini, dapat membantu meringankan kesulitan para pelajar”, tambahnya.
Sementara Miss Sekar Ayu, S.Pd dan Mr. Octavianus Timoti Jaya  selaku pengajar, “Merasa senang dengan kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan, dalam hal ini Koramil 03/GP Kemanggisan-Palmerah, dirinya termotivasi dengan kegiatan Komsos ini”, tuturnya.
By : Dedik

Sabtu, 21 Juli 2018

KEGIATAN EKSUL, WARNAI MPLS di SMPN 88


KEGIATAN EKSUL, WARNAI MPLS di SMPN 88

Anggrek Garuda 88,  Jakarta
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan peserta didik baru.
 MPLS dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan juga sebagai perantara untuk membuat peserta didik baru mengenali lingkungan sekolahnya. Di sisi lain, MPLS juga digunakan untuk mengenalkan program-program sekolah serta sarana prasarana yang terdapat di sekolah, sehingga para peserta didik baru dapat memanfaatkannya dengan baik.
Sebanyak 284 peserta didik baru (118 putra dan 116 putri) di SMPN 88 Jakarta akan menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selama tiga hari ke depan, peserta didik baru diberikan materi tentang pengembangan karakter, wawasan wiyata mandala, budi pekerti, serta pengenalan lingkungan sekolah.
Ketua panitia MPLS SMPN 88, mengatakan “MPLS sangat penting artinya untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, membudayakan hidup tertib, dan menjalin komunikasi antara warga sekolah. Tata krama juga diberikan untuk mengisi muatan pendidikan karakter dan budaya malu di sekolah”, tutur Wildance (16/7) di sela-sela kegiatan MPLS.
Sementara itu, Kepala SMPN 88 Jakarta, Drs. H. Yusron, M.Pd mengatakan, “Pada hari pertama kegiatan MPLS, pihak sekolah melakukan pengenalan lingkungan terhadap peserta didik baru, seperti pengenalan visi dan misi, program, kegiatan, cara belajar, tata tertib, dan sarana prasarana sekolah dengan memegang prinsip persamaan hak peserta didik”, ungkapnya.
“Pada hari kedua, materi MPLS lebih fokus ke kurikulum sekolah ditambah dengan materi-materi terkait, seperti PBB, bahaya narkoba, dan etika yang berkaitan dengan pengembangan moralitas untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkompeten dan berkarakter. Hari ketiga, pihak sekolah memperkenalkan kegiatan wajib dan pilihan. Contohnya kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah, melibatkan peserta didik secara aktif, mengembangkan interaksi sosial antarsiswa dan warga sekolah lainnya”, tambahnya.
Wakil Kesiswaan, Dra. Ajriah juga menjelaskan, “Kegiatan ekskul ini wajib diikuti peserta didik baru. Ekskul ini wajib diikutinya, guna memberikan kontribusi positif berupa bakat yang dimiliki mereka”, tuturnya.
By : Dedik

Minggu, 17 Juni 2018

IDUL FITRI


IDUL FITRI,  dan Tradisi Mudik

Bumi Cipondoh Asri,  Tangerang
Selama tiga hari, Jumat - Sabtu - Minggu, Jakarta benar-benar kelihatan rona muka aslinya. Bagaikan singa yang tertidur setelah sekian ratus hari keluar masuk rimba. Jakarta benar-benar kehilangan temperamen metropolitan yang keras, bising, dan melelahkan. Jakarta tidak berdinamika. Jakarta istirahat !  Hari Raya Idul Fitri, momentum paling suci bagi umat Islam yang telah membaringkan Jakarta. Jalan-jalan sepi dari angkutan perkotaan, kantor-kantor, tempat-tempat perbelanjaan pun pada tutup.
Jika demikian Jakarta memang bukan apa-apa. Tak ada yang dapat dibanggakan  dari kota terbesar di Indonesia ini. Selama tiga hari tidak nampak aktivitas ekonomi yang berarti. Barangkali saja yang terkesan adalah Jakarta yang bermandikan kesucian. Sebelumnya kesibukan dan kemacetan terjadi di mana-mana.
Memang dibanding penduduk asli Jakarta, peranan kaum urban ini sangat besar membangkitkan dan mendenyutkan nadi Jakarta. Umumnya kaum pendatang ini bergerak di berbagai sektor. Memang ada beberapa alasan yang melatarbelakangi kaum pendatang mudik ke kampung halaman dan ada pula yang melihat alasan itu dengan kecurigaan yang tak bersahabat. Sampai saat ini terdapat berbagai argumen yang mencoba mencari kebenaran penyebab kaum pendatang harus mudik ke kampung. Ada yang melihat dari segi psikhologis maupun sosial. Tapi jawaban-jawaban itu bukanlah kesimpulan yang mutlak, sebab persoalan ini adalah persoalan yang personil sekali. Tetapi, mudik memang sebuah tradisi tersendiri dari Hari Raya Idul Fitri.
Idul Fitri, bagi umat Islam mempunyai kesan yang mendalam. Kesan religuisitas itulah yang penting dan elementer. Hati muslim siapa saja pasti tergetar ketika gaung takbir dan tahmid menggema dari corong-corong masjid dan surau, serta iring-iringan kendaraan. Belum lagi ketika melangsungkan sholat Id.  Allah seolah benar-benar hadir di hati kita, menyapa kita dengan senyumnya yang indah. Allahu-Akbar, Allahu-Akbar Wa lillaahil-Hamd  …………….  Ya Allah, Ya Akbar  ………… .
Meneteslah air dari sudut-sudut mata kita. Oh, hari yang bahagia, hari pengampunan. Kita biarkan hati kita berkecamuk. Kecamuk yang nikmat, dan tiada tara. Hati kita bergelombang bagaikan ombak lautan yang bergulung-gulung.
Setiap muslim pastilah punya perasaan mengulang seperti ini. Memang menjadi nostalgia religius yang tak terlupakan. Nostalgia yang selalu menyapa ketika Idul Fitri datang, bagaikan rerantingan mengetuk kaca jendela kita ketika angin datang. Siapa pun pasti ingin memaknai perasaan yang alamiah tersebut. Semua orang seolah punya keinginan untuk menjadi kanak-kanak lagi. Barangkali keindahan dan kenikmatan perasaan itu berlangsung sangat mendalam ketika di kampung, ketika masih berdekatan dengan orang tua, saudara, dan sanak famili. Perasaan religuitas yang bukan saja tatkala pas Idul Fitri, tapi juga pra Idul Fitri yang nota bene juga sepanjang bulan Ramadhan.
Mudik ke kampung bukanlah semata-mata untuk perayaan pemaafan belaka, lebih dari itu adalah upacara akbar mengulang nostalgik (perasaan indah dan sakral) tersebut.  Kendati kita tahu bahwa nostalgia tidak mungkin terulang secara fisik, tapi selalu saja kita merasa seakan berada di dunia lain, dunia yang pernah dialami dan dimiliki.
By : Dedik

Sabtu, 09 Juni 2018

BERKAH PESANTREN RAMADHAN di SMPN 88


BERKAH PESANTREN KILAT RAMADHAN 1439 H
di  SMPN 88  JAKARTA

Anggrek Garuda 88,  Jakarta
Untuk mengisi bulan ramadan, setiap tahunnya SMPN 88 Jakarta rutin menggelar kegiatan pesantren kilat dengan memaksimalkan pesantren di lingkungan sekolah selama 3 hari, sejak Rabu (6/6) hingga Jumat (8/6).
Pesantren kilat dibuka langsung oleh Kepala SMPN 88 Slipi, Jakarta Drs. H. Yusron, M.Pd  dalam sambutannya “Momentum Ramadhan ini adalah untuk menciptakan iklim yang kondusif dan mendidik siswa menjadi generasi unggul yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT ”, ungkapnya.
"Pesantren merupakan bentuk pembinaan mental spiritual, khususnya berkaitan dengan akhlak, keimanan, dan ibadah. Kita harapkan seluruh siswa benar-benar memahami makna dari pelajaran yang diberikan, ditambah lagi ustadz yang mengisinya menanamkan kaidah Islam, sehingga akhlak dan budi pekerti pelajar setelah selesai mengikuti pesantren kilat ini bisa mempraktekkannya di dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Pelaksanaan kegiataan dilakukan secara bergilir hari Rabu untuk kelas 7, dengan materi seputar ibadah puasa dan tadarus Al-Qur’an.
Hari Kamis untuk kelas 8 dengan materi aqidah, akhlak, ibadah, dan ilmu baca Al-Qur’an (tajwid).
Sedangkan hari Jumat, gabungan kelas 7 dan kelas 8 dengan materi tilawah, Surat An-Naba sampai Surat An-Nas
Dalam tiga hari kegiatan pesantren kilat ini diharapkan dapat menambah wawasan para siswa tentang ilmu agama, yang kedepannya nanti dapat mengaplikasikan pengetahuan yang di dapat dalam kehidupannya sehari-hari sehingga mereka dapat menjadi inspirasi kebaikan bagi masyarakat dan lingkungannya.
By : Dedik

Jumat, 08 Juni 2018

BUKA BERSAMA WALI KELAS


ASYIKNYA BERBUKA PUASA BERSAMA WALIKELAS

Bumi Cipondoh Asri, Tangerang
Suasana berbuka puasa di bulan suci Ramadhan menjadi terasa berbeda dan asyik bila dilakukan bersama teman-teman sekolah.
Seperti halnya siswa-siswi kelas X IPS 2  SMA Muhammadiyah 02 Cipondoh, Tangerang bersama wali kelas Mustikasari Dewi, S.Pd perkuat silaturahmi dengan berbuka bersama di Perum BCA Blok E5/34, Jumat (8/6).  
“Ini merupakan salah satu cara meningkatkan rasa kekeluargaan antara wali kelas dan siswa”, tuturnya.
“Karena pada dasarnya wali kelas adalah ‘orang tua’ para siswa ketika di sekolah. Sebagaimana halnya orang tua, wali kelas harus bisa membimbing dan mengayomi siswa lebih dari guru-guru lainnya. Hal ini bertujuan, supaya nilai-nilai positif yang ditanamkan guru, diterima oleh siswa tanpa ada penolakan”, tambahnya. 
Pahlevy, siswa kelas X IPS 2 mengungkapkan berbuka puasa bersama ini selain dapat mempererat silaturahmi juga dapat mengusir kebosanan karena buka sendirian bersama keluarga di rumah. “Saat kumpul seperti ini dapat bertukar cerita dan berbagi pengalaman dengan teman-teman sehingga ibadah puasa yang kita jalani terasa ringan”, ujarnya.                
Silaturahmi merupakan hal yang sangat dianjurkan bagi umat muslim bahkan sangat penting bagi setiap manusia untuk menjaga hubungan kekerabatan. Silaturahmi merupakan ibadah hablumminannas atau hubungan manusia dengan manusia lainnya agar terciptanya hidup rukun dan damai. 
Dengan buka puasa bersama ini juga memberikan manfaat yakni dapat bertukar informasi dan  hubungan dengan wali kelas dan teman  semakin  akrab.
By  :  Dedik


Minggu, 03 Juni 2018

BUKA BERSAMA WARGA PERUM BCA


WARGA PERUM BCA,
GELAR BUKA BERSAMA dan SANTUNAN ANAK YATIM
 RAMADHAN 1439 H

Bumi Cipondoh Asri,  Tangerang
Sebagai upaya mempererat tali silaturahim  di bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah,  warga Komplek Perumahan BCA, Rt  008/Rw 02 Kelurahan  Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Tangerang mengadakan acara buka bersama dan pemberian santunan kepada 38 anak yatim di lingkungan kompleks, Minggu (3/6/2018).
Ketua RT 008, M. Turwanto mengatakan “Buka bersama ini diharapkan bisa menambah ikatan tali silaturrahim serta kebersamaan sesama warga perumahan, khususnya kepedulian terhadap anak yatim. Harapan kedepannya, ini akan menjadi momen tahunan, serta dapat menginspirasi bagi perumahan-perumahan lainnya. Melalui buka bersama ini juga bisa menjadi media memperkenalkan penghuni atau warga baru. Acara ini dilakukan secara spontan dan alhamdulillah banyak yang hadir, termasuk ibu-ibu dan anak-anak,” ucapnya.
“Dalam sebulan puasa di bulan suci Ramadhan, dipilih satu hari untuk mengadakan buka puasa bersama, yang sekaligus sebagai wujud silahturohmi warga, baik  muslim maupun non-muslim. Dengan begini kerukunan dan toleransi selalu terjaga,” tambahnya.
Setelah menikmati ta’jil, warga melanjutkannya dengan sholat maghrib berjamaah.  Uniknya, hidangan yang tersedia dalam acara itu merupakan olahan dari para ibu-ibu PKK di perumahan tersebut. Mereka saling koordinasi tentang makanan apa yang harus dibawa. ”Hidangan tidak harus mewah, tetapi kebersamaan seperti ini yang kami harapkan,” seru Ibu RT.
Ada yang membawa semangka, es buah, ikan goreng, bala-bala, martabak, sate, lontong, nasi soto,  dan lain-lain.
Seperti biasa, acara buka bersama diawali dengan kultum atau taushiah. Undangan pun cukup via grup whatsApp yang diikuti kaum bapak-bapak. Acara buka bersama tampak makin meriah oleh riuhnya anak-anak hingga remaja yang turut mengikuti acara buka bersama.
Warga menyambut gembira karena kegiatan ini inisiatif warga. “Semoga tahun-tahun mendatang selalu bisa dilaksanakan untuk menjaga kerukunan dan toleransi warga,” ucap salah seorang warga.
By  :  Dedik

Sabtu, 02 Juni 2018

BUKA BERSAMA ALUMNI SMPN 88


BUKA BERSAMA dan SANTUNAN ANAK YATIM
BERSAMA ALUMNI 1992, SMPN 88 JAKARTA

Anggrek Garuda 88,  Jakarta
Memasuki pekan ketiga bulan suci Ramadhan 1439 H,  Ikatan Alumni 1992 SMP Negeri 88 Slipi, Jakarta  menggelar kegiatan sosial dengan berbuka puasa bersama kurang lebih 50 anak yatim yang terdiri dari 18 siswa dari yayasan yatim piatu Aisyiyah dan 32 siswa dari SMPN 88 bertempat di Aula Masjid Al-Muhajirin, Jl. Anggrek Rosalina. Sabtu, (02/05).
Acara buka bersama diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, yang dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia Pelaksana, Lucky Naldi.
Dalam sambutannya mengatakan, “Kegiatan ini merupakan salah satu dari beberapa program kerja kami, yang diharapkan dapat menumbuhkan semangat saling berbagi kepada sesama, apalagi perbuatan mulia ini dilakukan pada bulan suci Ramadhan,” tuturnya
"Saya sangat berterima kasih kepada alumni yang telah menggagas kegiatan ini yang diawali dengan buka puasa bersama dengan dewan guru dan anak panti asuhan. Semoga kian terjalin hubungan silahturahmi sesama kita yang semakin kuat," ujar H. Yusron, M.Pd, selaku Kepala SMPN 88. 
Acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Ustadzah Poppy Yuditya. Poppy menyampaikan bahwa “Membiasakan diri dan mendidik jiwa untuk bertaqwa  merupakan hikmah terbesar dari puasa Ramadhan. Meninggalkan yang sebenarnya dibolehkan terlebih lagi yang terlarang.
Semua dilakukan semata-mata patuh terhadap perintah Allah SWT dan berharap masuk surga dari pintu ar-royyan yang telah dijanjikan.
Sabar dalam melaksanakan perintah puasa akan mempermudah untuk meninggalkan segala yang haram,” tuturnya.
Setelah buka puasa bersama dan sholat maghrib berjamaah, acara ditutup dengan pembagian santunan ke seluruh anak yatim yang hadir dalam bentuk goodiebag yang berisi alat tulis dan buku.
Seusai acara, Ibu Hj, Syarifah (Waka Humas SMPN 88), “Merasa bersyukur dan bangga acara ini dapat berlangsung dengan baik, di mana kegiatan bersifat sosial seperti ini harusnya bisa menjadi agenda yang lebih sering dilakukan, bahkan bisa menjadi agenda rutin ke depannya, “ pungkasnya. 
By  :  Dedik

PUISI : NUANSA RAMADHAN 2020

NUANSA   RAMADHAN   2020 Karya : Dedik Ekadiana Langit berpayungkan lazuardi Awan bercengkrama dan menderu Alam bertakhta tuk ...