Kamis, 21 Desember 2017

Maulud Nabi Muhammad SAW

Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW
di SMPN 88 Slipi, Jakarta
Anggrek Garuda 88, Jakarta
Pagi itu suasana di SMPNegeri 88 Slipi berbeda dari biasanya. Biasanya banyak siswa berangkat sekolah dengan memakai seragam sekolah, tapi kali ini mereka semua siswa memakai busana muslim. Bertempat di lapangan sekolah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema "Mari Mendekatkan Diri Pada Rosul ". diadakan dengan meriah.
Acara Mualid Nabi Muhammad SAW diisi dengan penampilan peserta didik perwakilan dari semua kelas, yaitu Hadroh dan Tilawah Al-Quran merupakan penampilan pembuka,  dilanjutkan sambutan dari Ketua Panitia dan Kepala SMPN 88, Bapak Drs. H. Yusron, M. Pd. 
 
Dalam sambutannya, Peringatan Maulid ini bertujuan untuk memberikan penyegaran kerohanian serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bentuk pembinaan moral, etika, agama,  dan karakter siswa agar nantinya dapat meniru suri tauladan Nabi Muhammad SAW,” ungkap H. Yusron.
Dilanjutkan Tausiah dari Ustadz Esmeidas,  beliau menjelaskan “Betapa pentingnya kita untuk selalu menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan di kehidupan kita sehari-hari agar menjadikan orang yang sukses dunia dan akhirat”. Suasana tausiah terlihat menarik dengan disisipi  candaan-candaan yang menghibur.
Diakhir acara siraman rohani, Ustadz. Ismeidas berpesan “Mari dekatkan diri kita masing masing kepada Allah SWT dan Rasulnya, terkhusus kepada anak -anak didik agar tingkatkan keimanan dan ketaqwaan”, tegasnya.
By  :  Dedik

Rabu, 20 Desember 2017

CLASSMEETING

nuansa CLASSMEETING,   di  smpn 88  jakarta


Anggrek Garuda 88, Jakarta
Jelang penerimaan rapor hasil PAS ( Penilaian Akhir Semester ) Ganjil, 22 Desember mendatang,   SMP Negeri 88 Slipi, mengisi waktu jeda dengan classmeeting. Classmeeting yang dilaksanakan Senin dan Rabu ini,  termasuk program OSIS dengan berbagai kegiatan dan perlombaan antarkelas yang bekerjasama dengan seluruh ketua kelas.
Kegiatan classmeeting ini dikomandoi teman teman OSIS, khususnya sie olehraga. Lomba yang dipertandingkan kali ini, antara lain adzan, pidato bernafaskan Islami, masukin pensil ke dalam botol, dan tarik tambang.  Permainan ini dipilih karena melibatkan seluruh kelas, dengan tujuan sebagai ajang kompetensi antarkelas yang dilakukan dengan menjunjung tinggi sportifitas.
Mengingat waktu yang disediakan hanya dua hari,  maka satu hari lombanya harus sampai final dan menghasilkan pemenang.
Kepala SMPN 88 Slipi, Drs. H. Yusron, M.Pd mengatakan, “Classmeeting dilaksanakan, karena siswa sebelumnya telah merampungkan PAS Ganjil, yang banyak menyita waktu dan pikirannya”, pungkasnya.
"Selanjutnya, siswa yang menang lomba, masuk tiga besar akan diberikan reward sebagai bentuk dukungan sekolah memotivasi siswa mengembangkan prestasi," tambahnya.
By  :  Dedik

Senin, 18 Desember 2017

Imunisasi Difteri

854 siswa SMPN 88, Imunisasi Difteri

Anggrek Garuda 88, Jakarta
Senin (18/12) Petugas Puskesmas Palmerah yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kelurahan Kemanggisan, mendatangi SMP Negeri 88, Jalan Anggrek Garuda, Slipi. Kedatangan sejumlah petugas kesehatan ini sebagai Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri, yakni dengan memberikan vaksin Tetanus difteri (Td) kepada 854 siswa agar tidak tertular oleh wabah tersebut yang tengah menjadi momok saat ini.
Difteri adalah penyakit pada selaput lendir hidung serta tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini menimbulkan lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan, sehingga dapat membuat anak sulit makan dan bernapas. Bila infeksi tidak diobati, toksin yang dihasilkan oleh bakteri bisa menyebabkan lumpuh dan gagal jantung.
Niat baik untuk mencegah penularan virus Difteri tak selamanya berjalan mulus, Beragam ekpresi terpancar dari wajah para siswa yang diberikan imunisasi. Walau sudah beranjak remaja ada saja beberapa siswa yang menolak di imunisasi, bahkan tak sedikit pula yang menangis begitu masuk dalam ruangan UKS, tempat berlangsungnya pemberian vaksin.
Guru dan petugas Puskesmas berupaya menenangkan diri siswa yang takut disuntik sembari menjelaskan guna imunisasi ini, sehingga pemberian vaksin bisa sepenuhnya terlaksana.
Kepala SMPN 88, Drs. H. Yusron, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan dan Paramedis Puskesmas Palmerah yang telah meluangkan waktunya memberikan imunisasi.
Alhamdulillah sekarang seluruh siswa telah mendapatkan imunisasi dan semoga tidak ada siswa yang terjangkit wabah difteri ini.

By  :  Dedik

Minggu, 17 Desember 2017

KIPRAH PGRI JAKARTA BARAT

KIPRAH PGRI JAKARTA BARAT PERINGATI HUT KE-72 PGRI
SEMINAR SEHARI UNTUK GURU-GURU SEJAKARTA BARAT DAN SELATAN

Bumi Cipondoh Asri,  Tangerang
    Dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-72, PGRI Jakarta Barat berinisiatif menyelenggarakan seminar sehari untuk para guru SD, SLTP, SLTA se-Jakarta Barat dan Selatan. Acara diselenggara-kan di Gedung Prasahda Jinarakhita, Jl. Kembangan Raya Blok JJ RT 006/06 Kel. Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu, 16 Desember 2017.
    Peserta seminar yang hadir sebanyak 458 orang, berasal dari puluhan sekolah tingkat SD, SLTP dan SLTA se-Jakarta Barat dan Selatan. Ketua PGRI Jakarta Barat Drs. H. Samlawi dalam sambutannya mengharapkan, seminar sehari tersebut dapat memberikan penyegaran dan perluasan wawasan para guru dalam menghadapi para siswa-siswi era millennium III yang telah sangat melek teknologi.
    Lebih jauh H. Samlawi mengatakan, gap wawasan teknologi antara guru dengan siswa dewasa ini dirasakan sangat melebar. Celakanya, imbuh Ketua PGRI Jakarta Barat tersebut, tidak semua guru mampu menyerap percepatan wawasan teknologi komunikasi secepat muridnya. Untuk itulah, ujarnya, para guru lebih ditekankan untuk mengembangkan sikap positive thinking dalam menghadapi para siswa yang menjadi tanggung jawabnya.
    “Saya berharap, saudara-saudara selaku pengajar dan pendidik lebih mengembangkan setidaknya dua hal yang bersifat positive thinking buat para siswanya, antara lain senantiasa mendoakan anak didik yang kurang berprestasi menjadi berprestasi, juga berupaya mengantisipasi bully yang mungkin berkembang di kalangan para siswa”, tutur Drs. H. Samlawi.
    Acara seminar tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua PGRI DKI Jakarta Prof. Dr. H. Agus Suradika, M.Pd. H. Agus Suradika mengingatkan, seminar yang bertemakan ”MENDIDIK DAN MELAYANI GENERASI MILENIAL DENGAN HATI” dimaksudkan agar para peserta seminar dalam rangka berkomunikasi sehari-hari dengan para siswa yang terlahir setelah tahun 2000 lebih mengedepankan hati nurani ketimbang rasio yang kaku.
    “Mengedepankan hati nurani bagi para guru terhadap siswanya merupakan cara pendekatan pe rsuasif yang efektif guna mempersempit gap wawasan teknologi komunikasi antara siswa yang termasuk generasi milenial dengan para guru yang terlahir dari era booming baby”, ujar H. Agus Suradika.
    Lebih jauh Kepala BKD DKI Jakarta itu mengatakan, di era generasi milenial dewasa ini para siswa kebanyakan asyik bermain dengan internet, namun kebanyakan guru baru memikirkan internet. Kendati demikian, imbuhnya, peran guru tak bisa tergantikan oleh sistem komunikasi bermuatan teknologi dalam bentuk apa pun.
    “Ilmu dan teknologi itu ibarat pisau bermata dua, sementara guru adalah pengarah siswa dalam penggunaan pisaunya. Jadi, peran guru tak bisa tergantikan oleh pihak mana pun dalam mengarahkan para siswanya. Maka, di sisi itulah peran guru benar-benar menonjol dalam nation development and character building”, tegas H. Agus Suradika.
    Di akhir sambutannya Ketua PGRI DKI Jakarta itu mengingatkan, di era generasi milenial ini para guru hendaknya terus-menerus dapat mengarahkan siswa terhindar dari sikap pem-bully, atau jadi korban bully. Di samping itu, imbuhnya, para guru juga seyogianya dapat menempatkan dirinya sebagai “teman” curhat dari para siswanya.
    “Kalau sudah demikian, pada gilirannya guru tidak layak lagi digelari pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi lebih layak disebut pahlawan pemberi jasa”, pungkas H. Agus Suradika.
    Di sesi ke-2 seminar, Ibu Cyltamia Irawan, CEO LENTERA CONSULTING, mengetengahkan makalah bertajuk “Hello Millenial”.
    Di awal makalahnya Cyltamia Irawan menyebutkan pengertian generasi dan generation gap. Menurutnya, generasi adalah kelompok orang berdasarkan tahun kelahiran yang dikelompokkan berdasarkan pengalaman sejarah sosiologis yang dialami bersama.
    “Generation gap  adalah perbedaan opini tentang musik, nilai-nilai, politik, dan lain-lain, yang terjadi antara satu generasi dengan yang lainnya, biasanya antara kelompok muda dengan orang tua dan atau kakek-nenek mereka”, ujar Cyltamia di awal makalahnya.
    Lebih jauh pemakalah penyandang gelar magister itu mengungkapkan, perbedaan generasi dapat mempengaruhi proses belajar mengajar. Pengaruh yang dimaksud, imbuhnya, adalah komunikasi, proses belajar, sumber informasi, etika dan tata cara, serta ketahanan.
    Untuk memperjelas karakter generasi terkait makalah yang disampaikan, Cyltamia Irawan membagi generasi tersebut menjadi tiga kelompok generasi, yakni generasi baby boomers yang terlahir antara tahun 1944-1964, generasi X yang terlahir antara tahun 1965-1980, dan generasi Y yang terlahir antara tahun 1980-2000.
     Generasi baby boomers, papar pemakalah, pada umumnya memiliki nilai sikap hidup optimistis,  suka pada eksplorasi, pilihan hidup individual, kemakmuran, aktualisasi diri, kesehatan dan kebaikan.
    “Generasi baby boomers memiliki gaya bekerja keras, tujuan terorientasi, keyakinan dalam mengerjakan tugas, membangun tim dengan empati, selalu mencari kolaborasi, menghindari konflik, bekerja dengan caranya sendiri hingga ke puncak tujuan”, papar Cyltamia.
    Ia melanjutkan, generasi baby boomers pada umumnya senang membangun komunikasi atas dasar respek terhadap orang lain, melayani, memanggil diri sendiri, tujuan sukses yang dinyatakan secara jernih.
    “Generasi baby boomers dalam hal financial pada umumnya suka pada pengelolaan tabungan yang menguntungkan, perencanaan pensiun yang jelas, kepedulian jangka panjang, dan pendidikan anak-anak”, tutur pemakalah.
    Sementara itu, pemakalah juga mengungkapkan ciri-ciri umum generasi X. Menurutnya, generasi X memiliki nilai-nilai kontribusi, umpan balik dan rekognisi, autonomi, waktu yang disertai pengelolaan, kemampuan beradaptasi, dan independensi.
    “Gaya bekerja generasi X pada umumnya cenderung pada hasil dan kualitas tinggi, produktivitas, hidup seimbang, jam-jam kerja yang fleksibel, kenyamanan dengan autoritas namun tidak terkesan dengan gelar, kompetensi teknis, etika, mencari hal yang pintas menuju puncak”, tegas Cyltamia.
    Dalam urusan komunikasi, imbuh pemakalah, generasi X cenderung pada pemberian kesempatan orang lain untuk menghubunginya (email me), berbicara dan mendengarkan secara efektif, menggunakan alat bantu film, musik, dan gambar-gambar.
     “Dalam pengelolaan financial, generasi X cenderung mengatur pendapatannya untuk keluarga maksimal untuk tanggungan 3 orang anak, senang menabung, biaya sekolah, kegiatan travel pada hari libur, menjadi penghibur secepat mungkin yang dia bisa”, tutur pemakalah.
    Generasi Y, jelas pemakalah, memiliki nilai-nilai berupa ekspresi diri tanpa kontrol diri, cenderung pada merek dan pemasaran menurut selera sendiri, menganggap perbedaan itu boleh, kehidupan yang makmur, agilitas, sikap perspektif global, berkomitmen cita-cita, kausa dan produk dengan alasan spesifik.
    “Gaya bekerja generasi Y pada umumnya bercirikan bekerja sebagai ekspresi diri, cenderung pada multitugas, menyukai aktivitas paralel, lebih menghargai kehidupan di luar kerja, senang mencari lingkungan kerja yang santai, mengedepankan nilai CSR, menghargai isu-isu global, cenderung mencari kerja tim, senang pada hal yang cepat dan instant, serta selalu fokus pada gaya hidup”, papar pemakalah.
    Sementara itu, masih menurut pemakalah, generasi Y dalam urusan komunikasi cenderung untuk menuliskan tentang diri (text me), berhadapan muka antara satu sama lain melalui perangkat media sosial, juga cenderung memanfaatkan kartunisasi sebagai alat bantu komunikasi.
    “Dalam urusan financial, generasi Y cenderung senang menabung, juga sedapat mungkin memanfaatkan sarana perbankan berupa pinjaman dan kredit, tak mau ketinggalan berinvestasi dengan nilai pengembalian yang tinggi, memperhatikan gaya hidup, suka bertempat tinggal di apartemen dan gedung-gedung mewah”, pungkas Cyltamia Irawan.

By  :  Dedik

Selasa, 12 Desember 2017

PAS Ganjil

PAS  berjalan tertib dan lancer
di SMP Negeri 88 Jakarta

Anggrek  Garuda  88,  Jakarta
Memasuki minggu pertama Desember,  pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) ganjil tahun pelajaran 2017/2018 di SMP Negeri 88 Slipi, Jakarta  berlangsung tertib dan lancar.    Tujuannya  untuk menguji kemampuan peserta didik dalam memahami setiap mata pelajaran yang sudah diberikan oleh guru masing-masing. Kegiatan ini dimulai Senin, 11/12/2017 hingga Jumat,  15/12/2017 dengan di akhiri dua pelajaran,  yakni Seni Budaya  dan Prakarya.  
Ketua Panitia, Hj. Maryanti Djunun, S.Pd mengatakan  “Pelaksanaan PAS tidak menemukan kendala yang berarti berkat kerjasama semua panitia, pendidik,  pengawas ruang maupun peserta didik hadir tepat waktu dan tertib”,  ujarnya  
Maryanti juga menambahkan setiap hari sebelum PAS dimulai, pihak sekolah melakukan tillawah, briefing kepada peserta didik,  memberi motivasi, dan mengecek kondisi satu persatu, terutama kondisi kesehatannya.
Kepala SMPN 88 Slipi, Drs. H. Yusron, M.Pd mengapresiasi seluruh stake holder. Dalam penjelasannya, “Sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran yang bertugas pada pelaksanaan PAS, tertutama pada panitia dan pengawas yang sudah bekerja maksimal dalam upaya menyukseskan kegiatan tersebut”, tegasnya.


By  :  Dedik

ARISAN RAMATO

ARISAN  RAMATO,  PERERAT SILAHTUROHMI KELUARGA

Bumi  Cipondoh  Asri,  Tangerang
Arisan keluarga merupakan sebuah acara rutin dalam komunitas sosial di tanah air. Esensi ini sebagai upaya mempererat tali silaturrahmi. Untuk mendorong keluarga hadir, biasanya diadakan arisan.
Sistem arisan ini tidak seperti yang biasa dilakukan oleh banyak orang, digelar bergiliran di tempat berbeda sesuai dengan urutan yang namanya keluar saat pencabutan arisan.
Demikian pula halnya dengan komunitas Jawa yang merantau ke Jakarta, masing-masing keluarga membentuk organisasi berdasarkan nama kampungnya. Salah satunya adalah RAMATO  (Blora - Madiun - Porwokerto) yang anggotanya adalah suku Jawa yang sudah lama bermukim di Jakarta. Tujuan utama arisan keluarga yang dilakukan setiap bulan sekali, tepatnya minggu ke-2 awal bulan ini adalah untuk mempererat persaudaraan antara saudara yang selama ini terpisah karena memiliki kesibukan masing-masing. Dengan adanya ini, maka keluarga yang jauh akan bisa bertemu paling tidak satu bulan sekali. sehingga akan terbentuk keluarga yang harmonis.
Arisan yang diselenggarakan pada hari Minggu (10/12/2017) ini bertempat di Perum BCA (Bumi Cipondoh Asri) Blok E5/34 Cipondoh, Tangerang kediaman salah seorang  guru SD, Ibu Mardiah Tasdik.
Seperti biasanya,  Arisan  dibuka oleh Bpk. Hartoyo selaku ketua. “Beliau mengawali dengan pesan-pesannya terhadap para  orang tua, melihat semakin maraknya pergaulan remaja yang sudah diambang batas koridor agama. Untuk itu harap ditingkatkan pengawasan ekstra kepada para putra-putrinya, dalam hal sebagai pelindung dan pengayom tumbuh kembangnya anak”, tegasnya.
Selanjutnya dalam kesempatan ini sesepuh RAMATO, Bpk. Sarkono  menyampaikan sepatah dua patah kata, yaitu “Etikat silahturohmi harus kita pupuk di antara keluarga agar saling memberi solusi dalam pembentukan karakter kepribadian anak”, ungkapnya.
Setelah rangkaian acara selesai, maka arisan ditutup dengan pembacaan doa yang dibacakan oleh Ustad Erwin, S.Pdi dengan diselipkan beberapa petuah   Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama bagi seseorang, dan orang tua sebagai kuncinya. Pendidikan dalam keluarga terutama berperan dalam pengembangan watak, kepribadian, nilai-nilai budaya, nilai-nilai keagamaan dan moral, serta keterampilan sederhana. Pendidikan dalam konteks ini mempunyai arti pembudayaan, yaitu proses sosialisasi dan inkulturasi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk mengantar anak agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak luhur, tangguh, mandiri, kreatif, setia kawan dan lain sebagainya”, tandasnya.  
Acara dilanjutkan dengan sholat dhuhur berjamaah kemudan  makan siang bersama.
Semoga kegiatan ini dapat terus terlaksana dalam memupuk tali silaturahmi dan kekeluargaan serta kebersamaan antar segenap keluarga .


By  :  Dedik

PUISI : NUANSA RAMADHAN 2020

NUANSA   RAMADHAN   2020 Karya : Dedik Ekadiana Langit berpayungkan lazuardi Awan bercengkrama dan menderu Alam bertakhta tuk ...