Rabu, 04 Oktober 2017

PUISI


  Waktu

Ada waktu mengikat
lalu kehidupan menjadi hidup,
dengan kesegarannya
Menjadikan hidup lebih berwarna
     Waktu mengingatkan
     Usang menjadi kenangan
     Kisah menjadi harapan
Tumbuh mengakar lalu merimbun
Seiring terlukisnya impian
Menghiasai waktu  …
Antara waktu dan waktu
     Hidup butuh waktu
     Penyebab yang tak disebabkan
     Karena waktu adalah kita
     Dan, kita adalah waktu


Karya  :   Lia Oktaviani, Nafiisah kamal, Zulfah Alyah
           Siswi  kelas  IX E,  SMPN 88  Jakarta

Selasa, 03 Oktober 2017

SISWA-SISWI SMPN 88 RAIH PRESTASI KOMPETISI SMART PRIMAGAMA SE DKI JAKARTA


Anggrek  Garuda  88,  Jakarta
    Lembaga Bimbingan Belajar Primagama KS Tubun menyelenggarakan final kompetisi smart primagama tanggal 30 September 2017. Event ini dipusatkan di SMPN 40 Jakarta, Jalan Danau Limboto, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
    Materi yang diujikan pada kompetisi tersebut meliputi bidang studi Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia. Setiap bidang studi diikuti oleh 225 peserta. Waktu yang diberikan oleh panitia pelaksana untuk peserta dalam mengerjakan soal-soal materi ujian dari ketiga bidang studi yang diujikan adalah 90 menit.
    SMPN 88 juga mengutus 38 orang siswanya pada kompetisi bergengsi tersebut, maing-masing 10 orang dari kelas VII, 10 orang dari kelas VIII, dan 18 orang dari kelas IX.
    Kompetisi berakhir dengan manis saat empat orang siswa SMPN 88 berhasil merebut peringkat 1 dan 2 di kelompok kelas VIII dan kelas IX. Para peraih prestasi tersebut adalah Regina Rania Cahya Kusumaningrum (kelas VIII B) dan Muhamad Raka Perdana (kelas VIII C), berhasil menyabet gelar juara 1 dan 2 untuk kompetisi kelompok kelas VIII. Di samping itu, Rizki Syahrul Saputra (kelas IX B), dan Damar Malik Ibrahim (kelas IX B) juga berhasil raih gelar juara 1 dan 2 untuk kompetisi kelompok kelas IX.
    Para peserta dari SMPN 88 telah mendapatkan sertifikat penghargaan dari Kepala SMPN 88 Drs H. Yusron, M Pd usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Senin awal Oktober ini. Dalam sambutannya Drs. H. Yusron mengatakan, peraihan prestasi pendidikan di luar lingkungan sekolah oleh siswa-siswi SMPN 88 hendaknya bisa mendorong semangat berkompetisi para siswa yang lain.
    “Kalian yang belum sempat raih prestasi terbaik dari event-event yang kita ikuti bukan berarti tidak mampu, namun belum meningkatkan potensi semangat berkompetisi. Oleh sebab itu saya ingatkan, peraihan prsetasi yang telah dibuktikan oleh teman-teman kalian ini hendaknya bisa mendorong semangat berkompetisi kalian yang belum sempat raih prestasi seperti mereka”, pungkas Drs H. Yusron, M Pd.

Minggu, 01 Oktober 2017

SISWI SMPN 88 JUARA 1 LOMBA ATLETIK BULANAN PELAJAR SE-DKI JAKARTA



     SISWI SMPN 88 JUARA 1 LOMBA ATLETIK BULANAN PELAJAR
       SE-DKI JAKARTA

Anggrek  Garuda  88,  Jakarta
    Pencarian bakat cabor atletik di DKI Jakarta telah berlangsung tanpa henti. Hal ini dibuktikan dengan terselenggaranya kejuaraan atletik bulanan pelajar SMP se-DKI Jakarta yang direkomendasikan oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga DKI Jakarta.
    Pada kejuaraan atletik bulan September, Dispora menunjuk Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta sebagai penyelenggara. Event ini berlangsung sehari tanggal 30 September 2017 di Stadion Atletik Gelanggang Olah Raga Rawamangun, Jakarta Timur.
    SMPN 88 juga mengutus pesertanya pada event tersebut, di nomor lari 1000 meter putri, Aliyah siswi kelas VII G. Ternyata, satu-satunya peserta utusan SMPN 88 ini membawa nama harum sekolah, muncul sebagai juara 1 lomba lari 1000 meter putri, sekaligus menyabet medali emas.
    Kemunculan Aliyah sebagai juara 1 di lomba tersebut menambah panjang catatan prestasi ekstrakurikuler siswa-siswi SMPN 88 dari tahun ke tahun. Aliyah sendiri mengakui, keinginannya melanjutkan pendidikan ke SMPN 88 telah dicetuskannya sejak awal kelas VI Sekolah Dasar (SD).
    “Saya mendengar sejak lama kalau SMPN 88 merupakan tempat berkumpulnya orang-orang berprestasi. Jadi, saya bertekat sejak awal naik kelas VI SD setahun yang lalu untuk melanjutkan pendidikan SMP saya di SMPN 88”, tutur Aliyah dengan bangga.
    Pihak sekolah juga memberikan sertifikat penghargaan buat Aliyah usai upacara Hari Peringatan Kesaktian Pancasila, Senin awal Oktober ini. Kepala SMPN 88 Drs H. Yusron, M Pd  atas nama sekolah mengucapkan terima kasih dan penghargaan tertinggi atas raihan prestasi yang dilakukan oleh Aliyah.

By : Dedik


MERIAH DAN BERMAKNA, PERAYAAN TAHUN BARU HIJRIYAH DI SMPN 88


Jakarta, Anggrek Garuda 88
    Saat ini kita semua telah berada di penghujung tahun 1438 hijriyah, dan akan memasuki tahun baru 1439 hijriyah. SMPN 88 telah mempersiapkan acara sambut tahun baru hijriyah ini. Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Bpk Tommy, S.Pdi acara sambut tahun baru 1439  hijriyah dengan mengambil tema "Menuju kebaikan di bulan Muharram" diselenggarakan di sekolah pada hari Jumat, 22 September 217, atau bertepatan dengan 2 Muharram 1439 hijriyah.
    “Sebagaimana tahun-tahun yang lalu, penyelenggaraan acara sambut tahun baru kali ini pun diisi dengan penyegaran rohani siswa dan guru dengan siraman rohani oleh narasumber yang kita datangkan ke sekolah. Di samping itu, bulan Muharram ada momentum hari raya anak yatim. Hal ini juga bakal menjadi perhatian kita bersama, tutur Tommy.
        Perayaan tahun baru hijriyah tahun ini diharapkan bisa menjadi titik balik yang baik bagi siswa-siswi, guru-guru, dan segenap tenaga kependidikan di SMP 88 dalam urusan ibadah dan muamalah. Demikian hal ini disampaikan oleh Kepala SMPN 88 Drs. Yusron, M Pd.
     Acara tahun baru hijriah 1439 di SMPN 88 menghadirkan penceramah Ust. Mujahidin.
Dalam tausiyahnya mengajak kembali para undangan untuk selalu memiliki budi pekerti yang baik di dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tuntunan agama, meningkatkan ibadah solat wajib berjamaah, mencintai dan menelaah Al-Quran dengan benar, dan mencintai rosulullah dan ajarannya. Tak lupa juga dijelaskan tentang hikmah dan pentingnya memiliki akhlak mulia.
      Tak ketinggalan pula kreatifitas seni islami siswa-siswi juga ikut memeriahkan acara tersebut, di antaranya hafiz qur’an, hadrah, dan musikalisasi puisi yang bernafaskan ke-Islaman.
Komposisi acara semacam ini diharapkan mampu memberi penyegaran rasa keberagaman dan keimanan di kalangan siswa-siswi maupun para pengajar dan pendidik di sekolah yang telah berstandar nasional ini.

Rabu, 20 September 2017

MUHARRAM BULAN PERTAMA KALENDER HIJRIYAH


    Perhitungan kalender dikenal sejak sejarah kebudayaan manusia berkembang. Keberadaan kalender untuk mempermudah manusia merencanakan sesuatu di hari depan, menghitung datangnya perubahan musim, dan hal-hal lain terkait aktivitas kebudayaan manusia.
    Di dunia ini, umat manusia mengenal dua sistem perhitungan kalender; sistem matahari (syamsiyah), dan sistem bulan (qamariyah). Sistem matahari dewasa ini digunakan oleh hampir semua bangsa yang ada di dunia; tahun masehi (saat ini menunjukkan angka tahun 2017).
    Sementara itu, beberapa suku bangsa di dunia masih menggunakan sistem bulan pada perhitungan kalendernya, mungkin karena pertimbangan jumlah harinya yang lebih singkat. Contoh kalender berbasis sistem bulan antara lain tahun imlek/tahun China (sekarang menunjukkan angka tahun 2568), tahun saka/tahun Jawa (sekarang menunjukkan angka tahun 1939), dan tahun hijriyah/tahun Islam (sekarang menunjukkan angka tahun 1438).
Image : Google
    Tahun hijriyah yang berbasis sistem bulan diakui oleh hampir seluruh ahli falak dunia sebagai tahun yang paling akurat dalam penerapan sistemnya. Betapa tidak, tahun yang satu ini selain berbasis sistem bulan, juga didukung oleh keterangan wahyu Ilahi (Alqur’an).
    Tahun hijriyah juga menetapkan jumlah bulan kalender 12 dalam setiap periode tahunnya. Keduabelas bulan tersebut dalam bahasa Arab, yakni Muharram, Shafar, Rabi’ul Uulaa, Rabi’uts Tsaanii, Jumadil Uulaa, Jumadits Tsaanii, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawwal, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah.
    Masing-masing bulan dalam tahun hijriyah mengandung catatan peristiwa keimanan para insan terdahulu yang tersurat mau pun tersirat dalam Alqur’an. Demikian pula dengan Muharram yang menjadi urutan pertama dalam tahun hijriyah. Pada bulan yang satu ini, salah satu peristiwa penting yang diperingati umat Islam hampir di seantero dunia adalah hari raya anak yatim yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.

Selasa, 19 September 2017

PUISI


  PUISI   RENUNGAN  JIWA
62 . 2

Dulu, aku di pinggir lingkaran
Menatap kosong sebuah peradaban
Tak terbelsit dalam pikiran,
Siapa penggagas kemajuan ini  ?
Siapa penerang jahilliah  ini  ?
            Saat mendekati pertengahan
            Aku sadar,  aku lelah
       Lupa akan seseorang yang begitu indah
            Pembawa risalah yang penuh dengan berkah
Kini, sudah 2/3 lingkaran kulewati
Menuju pusat yang menarikku perlahan
Menuju titik yang membuatku terdiam
            Radius ini memang tak lebih dari  62 . 2
            62  tahun ditambah  2  bulan
            Angka yang terlalu cepat kurasakan
            Angka yang membuatku kehilangan
            Manusia terindah yang pernah dikirimkan Tuhan
Oh  ………. betapa dekat jarakku ini
Dengan pusat lingkaran kehidupan
Betapa rapat jarakku kini
Dengan pusat lingkaran kehilangan
Sisa  1/3  perjalanan lagi
Menuju angka rata-rata yang ditetrapkan
            62 . 2
            Rentangan waktu membangkitkan peradaban
            Memanusiakan manusia slayak kodrat yang dititipkan-Nya
            Menggubah nyanyian alam menjadi dzikir semesta
            Sungguh  !!!  
            Sebuah karya agung yang tiada tara
Lalu aku   …………….
Karya besar apa yang telah kuhasilkan  ?
Hingga bisa kutinggalkan pada saat panggilan itu tiba
Yang bisa kubagi rata di antara sedikit manusia
            Entahlah  …………….
            Aku menjadi kerdil adanya
            Seakan tak berarti apa-apa
            Jika dibandingkan dengan karya agung seseorang  62 . 2
Aku ini terlalu sibuk dengan dunia
Alu ini terlalu cinta dengan keluarga
Pun terlalu rindu dengan kedudukan dan kekuasaan
Yang semuanya membuatku takut menuju pusat lingkaran
            62 . 2
            62  tahun dan  2  bulan lamanya
            Jatah usia manusia rata-rata
            Punjika dilebihkan darinya
            Anggaplah bonus tambahan kehidupan
            Agar kita tak lagi tidur dan terlena
            Di tengah kemajuan sebuah peradaban

Minggu, 17 September 2017

CERPEN


 MISTERI  SEBUAH  KELAS

Kelas 9 F adalah kelas unggulan yang menjadi panutan dari semua kelas. Anak-anak dari kelas 9 F adalah anak-anak yang pandai walaupun 99.9 % dari mereka adalah anak yang suka jahil. Tapi di balik kejahilannya, mereka mempunyai hati yang baik dan semanagt kekompakkan yang luar biasa. Oleh karena itu, setiap ada classmeeting, kelas merekalah yang menjadi pemenang.
Suatu hari, saat pelajaran Matematika, kelas 9 F begitu tenang, karena mereka sedang mengerjkan tugas harian dari Bu Yulfa.
Image : Google
Tiba-tiba terdengar suara seorang siswa yang memanggil nama Bu Yulfa. “Bu guru  …………”  sapanya dengan suara lirih dan penuh kelembutan.
“Ada apa, ada yang mau ditanyakan ?” tanya Bu Yulfa pada muridnya. Semua siswa hanya diam terbelalak, di antara mereka tidak ada yang bicara, mulutnya seakan terkunci oleh perasaan yang tidak stabil.
“Tadi kudengar, ada yang panggil nama Ibu, siapa ya ?” tanyanya dengan penuh keheranan.
Di antara 35 siswa, hanya ada 2 siswa yang mendengarnya, yaitu Alda dan Indah. Tapi, mereka juga tak tahu sosok seperti apa yang memanggil nama Bu Yulfa.
Dalam keadaan ini, anak laki-laki malah menakit-nakuti anak perempuan. “Jangan … jangan … han .. hantu,” teriak Hasan asal ceplos saja. “Aaaaa …,” jerit anak peremputan dengan penuh ketakutan.
“Sudah …sudah, jangan gaduh. Bu guru mau ke belakang dan tugasnya kumpulkan sekarang “ suruhnya.
Mereka pun bergegas mengumpulkan tugasnya masing-masing, dan seketika itu pula tiba-tiba lampu tampak redup. Tak ayal lagi, jeritan histeris anak perempuan semakin membuat telinga anak laki-laki seperti disambar petir.
Emang, banyak hal aneh yang terjadi di akhir-akhir ini. Kamis lalu, semua anak-anak kelas VII dan VIII saat pulang sekolah, dan hanya kelas IX yang masih mengikuti pelajaran tambahan Bahasa Inggris dari Bu Emma. Saat pelajaran, terdengar suara gaduh seperti meja yang digeser-geser dan menimbulkan suara lirih dari lantai atas. Merasa terganggu, akhirnya Bu Emma naik ke atas ‘tuk melihat langsung ada gerangan apa di sana. Alhasil ternyata meja dan kursi tampak tersusun dalam satu barisan nan rapi.
Hingga kini kejadian ini masih menjadi misteri yang sulit untuk dipecahkan.

Karya   :   Salsabilah Auliyah
            Siswi Kelas IX F  SMPN 88  Jakarta

PUISI : NUANSA RAMADHAN 2020

NUANSA   RAMADHAN   2020 Karya : Dedik Ekadiana Langit berpayungkan lazuardi Awan bercengkrama dan menderu Alam bertakhta tuk ...