Sabtu, 07 Oktober 2017

Kelas Yang Nyaman


 Kelas Yang Nyaman
Belajar lebih tenang dan nyaman, merupakan manfaat kelas yang  harus selalu dijaga kebersihannya. Setiap hari petugas piket  melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin. Membersihkan kelas, merapikan meja dan kursi sebelum bel masuk. Jadi ketika bel masuk berbunyi, kelas sudah dalam keadaan bersih.  Begitu juga di lingkungan SMPN 88, tidak boleh membuang sampah sembarangan. Buanglah sampah pada tempat yang sudah disediakan.
Menurut Kepala SMPN 88, Drs. H. Yusron, M.Pd " Sekolah harus memaksimalkan peranannya sebagai tempat belajar dan mendidik, stikeholder sekolah harus bersinergi menciptakan lingkungan yang kondusif yang menunjang pada proses pembelajaran”.
Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan komitmen pendidik, tenaga kependidikan, dan stacholder bersatu sebagai penata dan pengelola taman yang artistik. Semua pihak bersinergi dalam harmoni yang menyenangkan.. sebagai wujud pelayanan prima yang disajikan dalam menu favorit pengembangan lingkungan wiyata. Dengan demikian sekolah sebagai tempat belajar yang menyenangkan bukanlah suatu yang tidak bisa direalisasikan.

CERPEN


TAK  TERBALASKAN
Bel pulang sekolah berbunyi, aku segera mengambil sepedaku dari tempat parkir. Aku marasa ada yang ganjil, entah mengapa aku selalu memikirkan Ibuku yang sedang sakit. Aku mengayuh sepeda dengan cepat, karena takut dengan kekhawatiran yang membelanggu pikiran dan perasaanku.
Sesampai di rumah, aku melihat banyak sekali warga yang berdatangan. Dengan segera aku masuk ke rumah dan bertanya pada nenek. “Nek, kenapa banyak orang yang datang ke sini ?”
“Nak, ibumu telah tiada  … “ jawab nenek. “Apa ! Maksud nenek, apa ?” tanyaku kembali dengan suara gemetar. “Ibumu sudah meninggal dunia,” jawabnya dengan suara lirih.
Aku segera menuju ke kamar, di sana terlihat ibuku sudah terbaring tak berdaya. “Ibu, kenapa meninggalkanku. Dulu ayah dan sekarang ibu,” geramku sambil mennangis.
Image : Google
Tiba-tiba nenek mendatangiku dan berpesan agar aku tidak larut dalam kepedihan dengan kematian ibu. “Nak, jangan kamu bersedih, karena kematian dapat datang kapan saja. Itu sudah menjadi kehendak Allah SWT. Sekarang, kamu harus mendoakan orang tuamu agar bahagia di sana,” tukas nenek.
“Tapi sekarang aku sudah tidak punya orang tua lagi, Nek …?” jawabku. “Masih ada nenek dan kakakmu. Sekarang lebih baik kamu sholat dzuhur dulu, sebentar lagi ibumu akan dimakamkan, sambil menunggu kakakmu selesai sholat,” perintah nenek.
Aku pun segera berwudlu dan melaksanakan sholat. Aku berdoa kepada Allah SWT agar ibuku diterima di sisi-Nya. Seusai sholat dzuhur, kuhampiri kakakku yang baru juga selesai sholat. Kupeluk erat-erat Kak Rudi.
“Kak, aku tak percaya ibu telah tiada,” ucapku pada Kak Rudi
“Ya … tapi jangan sedih yah … Kamu masih punya kakak dan nenek,” sahut kakak sambil meneteskan air mata.
Aku dan kakak dipanggil nenek untuk segera berangkat ke kuburan. Sepanjang perjalanan semua orang mengumandangkan lafadz “ laailahaillalooh” berulang-ulang. Sesampainya di kuburan, jenazah ibuku dimasukkan ke liang lahat, bebarengan dengan itu pula aku tak bisa mengendalikan air mataku yang lama-kelamaan mulai membasahi pipiku.
Satu tahun sudah ayahku meninggal, kini giliran ibuku yang dipanggil ke haribaan Illahi. Dulu, mereka ingin aku dan kakakku bisa menjadi orang yang berguna di masa depan. Sekarang aku masih duduk di bangku kelas VI SD. Semenjak kematian ibuku, kakakku putus sekolah dan bekerja demi untuk membiayai sekolahku. Sedang nenek seperti biasa dia mengurus pekerjaan rumah. Aku dan Kak Rudi tak lupa juga ikut membantunya.
Image : Google
Tak terasa 15 tahun sudah berlalu. Aku telah lulus sarjana dan menjadi dokter. Ini semua berkat Kak Rudi dan nenek. Aku bahagia, semua ini seperti mimpi. Sebagai ucapan rasa terima kasihku pada mereka, aku, kakak, dan nenek pergi naik haji. Tapi, sayang sekali andai orang tuaku masih ada di dunia ini  …
Pasti aku akan mengajak mereka haji, dan bisa membalas kebaikan mereka selama ini. Maafkan aku ayah dan ibu, tidak bisa membalas kebaikanmu … Aku hanya bisa mendoakanmu agar diterima di sisi-Nya. Amin …

Karya   :   Salsabilah Auliyah
            Siswi Kelas IX F  SMPN 88  Jakarta

Rabu, 04 Oktober 2017

Khidmat, Prosesi Upacara Hari Kesaktian Pancasila Di SMPN 88 Jakarta


Anggrek Garuda 88,  Jakarta
Tanggal 1 Oktober 2017. SMPN 88  Jakarta melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Upacara ini diikuti oleh seluruh siswa. tenaga pendidik, dan staf administrasi. Dalam kesempatan ini sebagai Pembina Upacara adalah Drs. H. Yusron, M.Pd.
Dalam pidatonya, Drs. H. Yusron, M.Pd mengutip pernyataan H. Fahri Hamzah, SE (Wakil Ketua DPR RI) bahwa sejak diproklamasikan kemerdekaan negara kesatuan RI pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya banyak sekali rongrongan, baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap NKRI. Rongrongan tersebut dimungkinkan  oleh karena kelengahan, kekurang-waspadaan bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara. Untuk itu semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya NKRI.
Untuk itu, dihadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan demi memperjuangkan, menegakkan kebenaran, dan keadilan demi keutuhan NKRI.
Di akhir pidatonya, Drs. H. Yusron, M.Pd menyatakan harapannya untuk siswa SMPN 88 Jakarta, Melalui hari Kesaktian Pancasila sekarang ini, kita mencoba untuk menggali kembali makna mendalam Pancasila sebagai ideologi bangsa, dasar hukum, dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk ditanamkan dalam diri generasi penerus bangsa yang bisa mengamalkan dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai falsafah hidup dalam kehidupan sehari-hari”.

PUISI


  Waktu

Ada waktu mengikat
lalu kehidupan menjadi hidup,
dengan kesegarannya
Menjadikan hidup lebih berwarna
     Waktu mengingatkan
     Usang menjadi kenangan
     Kisah menjadi harapan
Tumbuh mengakar lalu merimbun
Seiring terlukisnya impian
Menghiasai waktu  …
Antara waktu dan waktu
     Hidup butuh waktu
     Penyebab yang tak disebabkan
     Karena waktu adalah kita
     Dan, kita adalah waktu


Karya  :   Lia Oktaviani, Nafiisah kamal, Zulfah Alyah
           Siswi  kelas  IX E,  SMPN 88  Jakarta

Selasa, 03 Oktober 2017

SISWA-SISWI SMPN 88 RAIH PRESTASI KOMPETISI SMART PRIMAGAMA SE DKI JAKARTA


Anggrek  Garuda  88,  Jakarta
    Lembaga Bimbingan Belajar Primagama KS Tubun menyelenggarakan final kompetisi smart primagama tanggal 30 September 2017. Event ini dipusatkan di SMPN 40 Jakarta, Jalan Danau Limboto, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
    Materi yang diujikan pada kompetisi tersebut meliputi bidang studi Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia. Setiap bidang studi diikuti oleh 225 peserta. Waktu yang diberikan oleh panitia pelaksana untuk peserta dalam mengerjakan soal-soal materi ujian dari ketiga bidang studi yang diujikan adalah 90 menit.
    SMPN 88 juga mengutus 38 orang siswanya pada kompetisi bergengsi tersebut, maing-masing 10 orang dari kelas VII, 10 orang dari kelas VIII, dan 18 orang dari kelas IX.
    Kompetisi berakhir dengan manis saat empat orang siswa SMPN 88 berhasil merebut peringkat 1 dan 2 di kelompok kelas VIII dan kelas IX. Para peraih prestasi tersebut adalah Regina Rania Cahya Kusumaningrum (kelas VIII B) dan Muhamad Raka Perdana (kelas VIII C), berhasil menyabet gelar juara 1 dan 2 untuk kompetisi kelompok kelas VIII. Di samping itu, Rizki Syahrul Saputra (kelas IX B), dan Damar Malik Ibrahim (kelas IX B) juga berhasil raih gelar juara 1 dan 2 untuk kompetisi kelompok kelas IX.
    Para peserta dari SMPN 88 telah mendapatkan sertifikat penghargaan dari Kepala SMPN 88 Drs H. Yusron, M Pd usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Senin awal Oktober ini. Dalam sambutannya Drs. H. Yusron mengatakan, peraihan prestasi pendidikan di luar lingkungan sekolah oleh siswa-siswi SMPN 88 hendaknya bisa mendorong semangat berkompetisi para siswa yang lain.
    “Kalian yang belum sempat raih prestasi terbaik dari event-event yang kita ikuti bukan berarti tidak mampu, namun belum meningkatkan potensi semangat berkompetisi. Oleh sebab itu saya ingatkan, peraihan prsetasi yang telah dibuktikan oleh teman-teman kalian ini hendaknya bisa mendorong semangat berkompetisi kalian yang belum sempat raih prestasi seperti mereka”, pungkas Drs H. Yusron, M Pd.

Minggu, 01 Oktober 2017

SISWI SMPN 88 JUARA 1 LOMBA ATLETIK BULANAN PELAJAR SE-DKI JAKARTA



     SISWI SMPN 88 JUARA 1 LOMBA ATLETIK BULANAN PELAJAR
       SE-DKI JAKARTA

Anggrek  Garuda  88,  Jakarta
    Pencarian bakat cabor atletik di DKI Jakarta telah berlangsung tanpa henti. Hal ini dibuktikan dengan terselenggaranya kejuaraan atletik bulanan pelajar SMP se-DKI Jakarta yang direkomendasikan oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga DKI Jakarta.
    Pada kejuaraan atletik bulan September, Dispora menunjuk Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta sebagai penyelenggara. Event ini berlangsung sehari tanggal 30 September 2017 di Stadion Atletik Gelanggang Olah Raga Rawamangun, Jakarta Timur.
    SMPN 88 juga mengutus pesertanya pada event tersebut, di nomor lari 1000 meter putri, Aliyah siswi kelas VII G. Ternyata, satu-satunya peserta utusan SMPN 88 ini membawa nama harum sekolah, muncul sebagai juara 1 lomba lari 1000 meter putri, sekaligus menyabet medali emas.
    Kemunculan Aliyah sebagai juara 1 di lomba tersebut menambah panjang catatan prestasi ekstrakurikuler siswa-siswi SMPN 88 dari tahun ke tahun. Aliyah sendiri mengakui, keinginannya melanjutkan pendidikan ke SMPN 88 telah dicetuskannya sejak awal kelas VI Sekolah Dasar (SD).
    “Saya mendengar sejak lama kalau SMPN 88 merupakan tempat berkumpulnya orang-orang berprestasi. Jadi, saya bertekat sejak awal naik kelas VI SD setahun yang lalu untuk melanjutkan pendidikan SMP saya di SMPN 88”, tutur Aliyah dengan bangga.
    Pihak sekolah juga memberikan sertifikat penghargaan buat Aliyah usai upacara Hari Peringatan Kesaktian Pancasila, Senin awal Oktober ini. Kepala SMPN 88 Drs H. Yusron, M Pd  atas nama sekolah mengucapkan terima kasih dan penghargaan tertinggi atas raihan prestasi yang dilakukan oleh Aliyah.

By : Dedik


MERIAH DAN BERMAKNA, PERAYAAN TAHUN BARU HIJRIYAH DI SMPN 88


Jakarta, Anggrek Garuda 88
    Saat ini kita semua telah berada di penghujung tahun 1438 hijriyah, dan akan memasuki tahun baru 1439 hijriyah. SMPN 88 telah mempersiapkan acara sambut tahun baru hijriyah ini. Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Bpk Tommy, S.Pdi acara sambut tahun baru 1439  hijriyah dengan mengambil tema "Menuju kebaikan di bulan Muharram" diselenggarakan di sekolah pada hari Jumat, 22 September 217, atau bertepatan dengan 2 Muharram 1439 hijriyah.
    “Sebagaimana tahun-tahun yang lalu, penyelenggaraan acara sambut tahun baru kali ini pun diisi dengan penyegaran rohani siswa dan guru dengan siraman rohani oleh narasumber yang kita datangkan ke sekolah. Di samping itu, bulan Muharram ada momentum hari raya anak yatim. Hal ini juga bakal menjadi perhatian kita bersama, tutur Tommy.
        Perayaan tahun baru hijriyah tahun ini diharapkan bisa menjadi titik balik yang baik bagi siswa-siswi, guru-guru, dan segenap tenaga kependidikan di SMP 88 dalam urusan ibadah dan muamalah. Demikian hal ini disampaikan oleh Kepala SMPN 88 Drs. Yusron, M Pd.
     Acara tahun baru hijriah 1439 di SMPN 88 menghadirkan penceramah Ust. Mujahidin.
Dalam tausiyahnya mengajak kembali para undangan untuk selalu memiliki budi pekerti yang baik di dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tuntunan agama, meningkatkan ibadah solat wajib berjamaah, mencintai dan menelaah Al-Quran dengan benar, dan mencintai rosulullah dan ajarannya. Tak lupa juga dijelaskan tentang hikmah dan pentingnya memiliki akhlak mulia.
      Tak ketinggalan pula kreatifitas seni islami siswa-siswi juga ikut memeriahkan acara tersebut, di antaranya hafiz qur’an, hadrah, dan musikalisasi puisi yang bernafaskan ke-Islaman.
Komposisi acara semacam ini diharapkan mampu memberi penyegaran rasa keberagaman dan keimanan di kalangan siswa-siswi maupun para pengajar dan pendidik di sekolah yang telah berstandar nasional ini.

PUISI : NUANSA RAMADHAN 2020

NUANSA   RAMADHAN   2020 Karya : Dedik Ekadiana Langit berpayungkan lazuardi Awan bercengkrama dan menderu Alam bertakhta tuk ...